27 Oktober 2026

BPJS Kesehatan Malang Dorong Penguatan Layanan Maternal dan Fisioterapi di FKTP

Foto bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Hernina Agustin Arifin (tengah).

Bagikan :

Reportasemalang, MALANG – BPJS Kesehatan Cabang Malang mendorong penguatan layanan maternal dan rehabilitasi medik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penguatan layanan tersebut dibahas dalam forum diskusi bersama perwakilan sejumlah FKTP di Kota Malang, Kamis (15/10). Forum ini sekaligus menjadi wadah untuk menghimpun masukan terkait evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pelayanan kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Hernina Agustin Arifin, menekankan pentingnya optimalisasi peran FKTP sebagai lini pertama pelayanan kesehatan, terutama dalam pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC), pemeriksaan pascapersalinan atau postnatal care (PNC), serta layanan fisioterapi.

“Penguatan layanan ini diharapkan mampu mendukung penanganan kasus yang sesuai dengan kompetensi dan kapasitas fasilitas kesehatan, sekaligus harapan dari kami yakni bisa mengoptimalkan peran FKTP sebagai lini pertama pelayanan kesehatan, terutama dalam pemanfaatan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) dan pemeriksaan pascapersalinan atau postnatal care serta layanan fisioterapi,” kata Hernina.

Dalam forum tersebut, data yang dipaparkan menunjukkan peningkatan pemanfaatan layanan ANC dan PNC. Sementara itu, angka rujukan maternal dari FKTP ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain membahas layanan maternal, diskusi juga menyoroti pengembangan rehabilitasi medik dan fisioterapi agar lebih mudah diakses oleh peserta JKN di FKTP.

Shofiana, penanggung jawab (PIC) dari Klinik Jasa Tirta Medika, menyampaikan sejumlah masukan berdasarkan pengalaman penyelenggaraan layanan fisioterapi. Menurutnya, ketersediaan peralatan portabel, seperti infrared, ultrasound, dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan layanan fisioterapi di FKTP.

Namun, ketersediaan tenaga fisioterapis masih menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pelayanan.

“Salah satu hal yang masih menjadi tantangan bagi kami adalah kurangnya ketersediaan tenaga fisioterapis karena belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan, Bu. Selain itu, pada klinik kami juga sudah lebih berkembang untuk pelayanan fisioterapi yang awalnya ditujukan bagi karyawan perusahaan saja, kemudian sekarang layanan ini hadir untuk peserta program Prolanis dan masyarakat umum,” ujar Shofiana.

Berbagai masukan tersebut menjadi bahan pembahasan mengenai kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta skema pembiayaan yang sesuai untuk mendukung pengembangan layanan rehabilitasi medik di FKTP.

Melalui forum ini, BPJS Kesehatan Cabang Malang berharap kolaborasi dengan fasilitas kesehatan dapat semakin kuat. Dengan demikian, FKTP diharapkan mampu memberikan pelayanan maternal dan rehabilitasi medik yang berkualitas serta sesuai dengan kompetensi dan kapasitas masing-masing fasilitas kesehatan.