Reportasemalang, BLITAR – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menjalin kemitraan dengan Pondok Pesantren Raudhatul Hufadz An-Nuha, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 400 watt peak (Wp).
Program yang dilaksanakan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun ajaran 2025–2026 ini bertujuan mendukung kebutuhan listrik pesantren sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan.
Ketua pelaksana PkM, Prof. Ir. Mohammad Noor Hidayat, ST, MSc, PhD, menjelaskan bahwa program tersebut dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni audit penggunaan energi listrik dan pembangunan PLTS.
Audit energi bertujuan mengidentifikasi pola penggunaan listrik di lingkungan pesantren serta memberikan rekomendasi penghematan agar pemanfaatannya lebih efisien sesuai kebutuhan operasional.
Pembangunan PLTS menjadi solusi alternatif untuk mendukung kebutuhan listrik di pesantren, terutama dalam pengoperasian pompa air. Selama ini, pompa air bergantung pada pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Ketika terjadi pemadaman, pompa air tidak dapat beroperasi sehingga berpotensi mengganggu aktivitas pesantren. Padahal, ketersediaan air merupakan kebutuhan pokok bagi para santri dan pengelola pondok.

Melalui pemanfaatan energi surya, pesantren diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap listrik PLN sekaligus mengendalikan biaya tagihan listrik bulanan.
Instalasi PLTS yang dibangun memiliki kapasitas total 400 Wp, terdiri atas empat panel surya dengan kapasitas masing-masing 100 Wp. Pengerjaan juga mencakup pemasangan panel listrik dan instalasi kelistrikan.
Seluruh pekerjaan dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Listrik dan Sistem Kelistrikan Polinema.
Kegiatan ini menjadi bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ketenagalistrikan sekaligus kepedulian perguruan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain mendukung operasional pesantren, keberadaan PLTS diharapkan menjadi sarana edukasi bagi para santri untuk mengenal teknologi pembangkit listrik berbasis energi matahari yang lebih ramah lingkungan.
Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Hufadz An-Nuha, Ustadz Amirur Rutap, SPdI, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Pihak pesantren mendukung pembangunan PLTS dengan memberikan izin dan menyediakan lokasi pemasangan instalasi.
Pihak pesantren juga berkomitmen melanjutkan pengoperasian serta perawatan peralatan dan sistem PLTS agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan setelah program PkM selesai.
Melalui kemitraan ini, Polinema dan Pondok Pesantren Raudhatul Hufadz An-Nuha berharap pemanfaatan energi surya dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik, khususnya untuk pengoperasian pompa air, serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Program tersebut sekaligus diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat pesantren mengenai konservasi energi dan pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.


