Reportasemalang, MALANG – Film komedi GJLS Berapi-Api menyapa penonton di Kota Malang melalui acara special screening yang digelar di Mopic Sinemas Malang, Minggu (25/10/2026). Film ini menghadirkan komedi yang lebih luas sekaligus mengangkat sisi unik dan heroik kehidupan petugas pemadam kebakaran (damkar).
Ko-Produser GJLS Berapi-Api, Fiqi Wandiya Septa Pratama, menjelaskan bahwa film kedua ini hadir dengan pendekatan komedi yang berbeda dari film pertama GJLS.
Jika film pertama lebih banyak menyajikan segmen komedi yang dekat dengan penggemar setia GJLS, film GJLS Berapi-Api dirancang agar dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas, termasuk generasi Z, milenial, hingga keluarga dengan batasan usia penonton 13 tahun ke atas.
“Film GJLS pertama memiliki segmen komedi khusus yang lebih lekat dan dipahami oleh para penggemar setia GJLS. Film GJLS kedua, *GJLS Berapi-Api, kita membuat komedi yang bisa diterima semua masyarakat,” jelas Fiqi.
Ia menegaskan, GJLS Berapi-Api bukan sekuel yang melanjutkan cerita film sebelumnya. Kedua film tersebut memiliki jalan cerita berbeda, termasuk hubungan antartokoh yang diperankan Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir.
“Jika dalam film pertama mereka dikisahkan sebagai kakak beradik, kali ini ketiganya hadir sebagai sahabat,” ungkapnya.
Tema pemadam kebakaran dipilih sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kerja keras para petugas damkar. Profesi tersebut dinilai memiliki banyak sisi menarik yang belum banyak diangkat.
Di tengah tugas utama menyelamatkan masyarakat, petugas damkar kerap menerima beragam laporan, termasuk kejadian unik seperti kesurupan yang berpotensi menghadirkan komedi situasi. Namun, di balik sisi jenaka itu, terdapat aksi heroik dan perjuangan petugas dalam menjalankan tugasnya.

Pemain Jalani Pelatihan Bersama Petugas Damkar
Sementara itu salah satu pemain, Rigen Rakelna yang hadir langsung dalam Special Screening GJLS Berapi-Api dj Kota Malang mengungkapkan bahwa para pemain tidak hanya memerankan petugas pemadam kebakaran, tetapi juga mengikuti pelatihan langsung bersama personel damkar.
Para pemain menjalani workshop selama tiga hari yang mencakup materi teori dan praktik. Pelatihan tersebut meliputi simulasi penanganan kebakaran skala kecil di rumah, seperti kebocoran gas, hingga latihan di kolam yang disiram bensin.
“Kami juga berlatih menggunakan pakaian pelindung kebakaran (fire jacket) dan tabung oksigen untuk memahami perlengkapan yang digunakan petugas saat bertugas,” ungkapnya.
Menurut Rigen, gagasan pembuatan film ini berangkat dari pengamatan terhadap sisi kehidupan petugas damkar yang jarang diangkat, mulai dari pengalaman unik hingga aksi heroik ketika menyelamatkan masyarakat.
“Salah satu adegan yang paling berkesan bagi saya adalah adegan kebakaran gedung. Proses pengambilan gambar tersebut menjadi tantangan tersendiri karena pemain berada di lokasi kebakaran dengan mengenakan perlengkapan pemadam kebakaran,” ucapnya.
Melalui film ini, para pembuatnya ingin menghadirkan hiburan sekaligus memberikan penghormatan kepada petugas damkar yang berjuang melindungi masyarakat.

Harapkan Jadi Hiburan Sekaligus Inspirasi
Sementara itu, Carissa Perusset yang berperan sebagai Bondan, berharap GJLS Berapi-Api dapat menjadi tontonan yang menghibur dan dinikmati bersama teman maupun keluarga.
Ia juga berharap film tersebut mampu menginspirasi penonton untuk mengejar impian bersama sahabat, sekaligus meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap profesi pemadam kebakaran.
“Semoga film ini dapat dinikmati bersama teman dan keluarga, menghibur, serta menginspirasi penonton untuk menggapai impian bersama teman-teman. Sekaligus meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap profesi pemadam kebakaran,” tandasnya.
Film yang bakal tayang serentak di Bioskop pada 5 November 2026 ini dibintangi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Inayma, Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, Sadha Triyudha, dan Khairul Umam.


