23 Oktober 2026

Hyundai Hibahkan Dua Mobil Riset untuk FT UB, Buka Rekrutmen Langsung bagi Lulusan

Hyundai Hibahkan Dua Mobil Riset untuk FT UB, Buka Rekrutmen Langsung bagi Lulusan
Foto bersama Hyundai - FT UB di depan Mobil Riset yang Dihibahkan

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kolaborasi dengan industri otomotif melalui hibah dua unit mobil riset dari Hyundai kepada Fakultas Teknik (FT), Jumat (23/10/2026). Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung penelitian teknologi otomotif sekaligus membuka peluang kerja bagi mahasiswa dan lulusan.

Dekan FT UB, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menyampaikan bahwa dua kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana penelitian untuk mengembangkan teknologi transportasi yang lebih efisien.

Salah satu fokus penelitian adalah meningkatkan efisiensi bahan bakar serta mengkaji penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan kendaraan berbahan bakar konvensional, baik mesin diesel maupun nondiesel.

Pengembangan teknologi baterai juga menjadi perhatian utama. Salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui penelitian adalah bagaimana mendeteksi kondisi kesehatan baterai (battery health) secara lebih akurat dan memperpanjang masa penggunaannya.

Penandatanganan kerjasama FT UB dengan Hyundai

Baterai menjadi komponen penting sekaligus salah satu bagian termahal pada kendaraan listrik. Masa pakainya umumnya berkisar delapan hingga sepuluh tahun. Setelah itu, baterai dapat membutuhkan penggantian dengan biaya yang mencapai sepertiga dari harga kendaraan secara keseluruhan.

“Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi untuk memperpanjang siklus hidup baterai agar penggunaan kendaraan listrik semakin efisien,” ucapnya.

Selain teknologi baterai, pengelolaan limbah baterai bekas juga menjadi persoalan yang perlu diantisipasi. Penggantian baterai secara keseluruhan dapat menimbulkan tantangan baru terkait keamanan dan dampak lingkungan apabila tidak disertai sistem pengelolaan limbah yang memadai.

Tantangan lain adalah ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Keterbatasan lokasi pengisian dan antrean pengguna masih dapat menimbulkan kekhawatiran dalam penggunaan kendaraan listrik.

“Karena itu, pembangunan SPKLU perlu diperluas ke berbagai lokasi strategis, seperti kawasan perumahan, kampus, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum. Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan serta keandalan kendaraan listrik,” tandasnya.

Dekan FT UB, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng.

Lebih lanjut, Head of HRGA Hyundai Motor Indonesia, Rita Nurmala, mengatakan bahwa hibah kendaraan riset merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun kemitraan jangka panjang dengan perguruan tinggi.

Menurutnya, pengembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu memahami, mengembangkan, dan menciptakan inovasi teknologi.

“Kami percaya bahwa pengembangan teknologi apa pun diawali dengan pengembangan manusia. Pengembangan manusia jalannya dari mana? Sekolah-sekolah. Makanya kami memilih universitas sebagai tempat untuk membangun hubungan jangka panjang,” ujar Rita.

Ia menjelaskan, UB menjadi salah satu dari enam perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang disambangi Hyundai untuk membangun kerja sama jangka panjang.

Melalui hibah dua mobil tersebut, mahasiswa dan dosen diharapkan dapat mempelajari teknologi yang digunakan Hyundai, termasuk teknologi otomotif yang masih relatif baru di Indonesia.

“Harapannya, dengan hibah ini, teman-teman di universitas bisa memakainya untuk riset. Teknologi di Hyundai itu banyak yang masih baru buat kita. Maka, kami memberikan kesempatan buat teman-teman di sini, silakan dibongkar saja, dipelajari saja,” katanya.

Rita menegaskan, tujuan kerja sama tersebut bukan sekadar menyiapkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan industri. Hyundai juga ingin mendorong lahirnya inovator baru yang mampu menghasilkan pengembangan teknologi di dalam negeri.

Kegiatan penyerahan hibah kendaraan riset turut dirangkai dengan talkshow mengenai strategi bisnis, aspek teknis transportasi dan kendaraan, serta perkembangan kendaraan listrik.

Hyundai juga menghadirkan program rekrutmen bagi mahasiswa dan lulusan. Sekitar 300 orang tercatat mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut, dengan tingkat konfirmasi kehadiran mencapai sekitar 95 persen.

Rita menjelaskan, program rekrutmen ini menjadi bagian dari kemitraan Hyundai dengan perguruan tinggi. Berbeda dari program magang pada umumnya, perusahaan berencana mendatangi kampus untuk melakukan wawancara dan merekrut kandidat secara langsung.

Lulusan baru yang diterima akan mendapatkan kesempatan bekerja selama tiga hingga enam bulan. Kandidat yang menunjukkan kinerja baik berpeluang melanjutkan karier sebagai karyawan tetap.

“Kalau teman-teman tersebut bisa membuktikan dirinya bagus, nanti bisa dijadikan permanent employee,” jelasnya.

Menurut Rita, program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu upaya untuk membantu mengurangi pengangguran, khususnya di kalangan lulusan baru.

Kolaborasi antara FT UB dan Hyundai ini diharapkan mampu menghubungkan kegiatan pendidikan dan penelitian dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, hibah kendaraan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi dan memasuki dunia kerja.