Acara festival makanan bertajuk Foodphoria, sebagai event festival kuliner yang menyajikan kuliner legendaris bertemakan makanan khas Bali hingga dari berbagai daerah, kini hadir di Kota Malang. Acara ini digelar di halaman parkir luar Malang City Point, dari tanggal 13 hingga 22 Februari 2026.
Exodus Creative Partner selaku promotor event festival ini menjelaskan jika pelaksanaan food festival di Kota Malang merupakan volume atau sesi ke-8, yang bertepatan juga dengan Hari Imlek 2026 dan diikuti belasan tenant dari berbagai kota di Indonesia hingga Mancanegara
Meski food festival ini sudah 8 tahun berjalan, namun untuk konsep Foodphoria sendiri baru dimulai pada bulan Januari 2025. Event yang digelar setiap setahun sekali ini bertujuan untuk mengenalkan makanan khas Bali kepada masyarakat Indonesia sehingga makanan yang disajikan pada setiap event masih berkaitan dengan makanan khas dari Bali.

Menurut Dita Haris salah satu anggota dari promotor event ini mengatakan jika tujuan pelaksanaan festival ini tidak terlepas dari keinginan penyelenggara untuk dapat memperkenalkan kuliner khas Bali ke seluruh penjuru Indonesia.
“Jadi, banyak makanan maupun minuman khas Bali yang viral dan banyak pengunjungnya di Bali sendiri, namun tidak semua orang mengetahui, apalagi mampu datang langsung ke Bali untuk mencoba seperti apa dan bagaimana rasanya makanan minuman khas Bali tersebut”, ungkap Dita.

Dari Lumpia Semarang hingga Ayam Klungkung Bli Ketut, Bali
Stand Lumpia Semarang Gang 9 yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk ini menawarkan menu makanan legendari khas dari Kota Semarang berupa Lumpia dan Tahu Bakso.
Untuk jenis lumpia sendiri beragam variasi menu seperti Lumpia Sanur, Lumpia Semarang, hingga Lumpia Thailand.
Untuk ragam varian menu tahu bakso terdapat berbagai pilihan yang menarik antara lain tahu bakso original sapi, tahu bakso jagung, tahu bakso jamur, tahu bakso crab stick, dan tahu bakso mercon.

Lumpia Semarang dan Tahu Bakso. (Foto: MF/Reportase)
Ayam Klungkung Bli Ketut merupakan salah kuliner khas dari pulau dewata Bali. Kuliner yang satu ini terkenal keunikannya yaitu cita rasanya yang autentik, menggunakan ayam kampung panggang dengan bumbu-bumbu rempah khas Bali yang gurih dan pedas. Ayam Klungkung Bli Ketut sendiri menyajikan menu seperti Ayam Bakar Pedas dan Ayam Betutu.
Steven asal Kota Surabaya, selaku pemilik tenant Ayam Klungkung Bli Ketut ini mengaku jika dirinya belajar memasak makanan khas Bali ini secara otodidak.
Ia pun mengakui jika awal dirinya terjun dalam dunia kuliner, bukan dengan latar belakang dalam bidang kuliner itu sendiri. Melainkan sebagai pengusaha jamu herbal tradisional hingga lebih dari dua puluh jenis jamu telah diproduksi.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya mulai merambah untuk mengembangkan usaha kuliner lumpia Semarang. Steven mengaku jika dirinya juga aktif di berbagai event kuliner yang diadakan agar produknya ini lebih dikenal masyarakat secara luas.
Setelah sukses terjun di dunia kuliner dengan menciptakan produk Lumpia Semarang Gang 9, Steven mulai mengembangkan lagi usaha kulinernya dengan menghadirkan menu makanan autentik yang berasal dari Pulau Bali yaitu Ayan Klungkung Bli Ketut.

Booth Ayam Klungkung Bli Ketut,kuliner legendaris asal Bali. (Foto: MF/Reportase)
“Lama di Bali tujuh tahun. Jadi, semua di Bali saya tahu, termasuk makanannya seperti apa”, ungkap Steven.
Berbekal pengalaman serta pengetahuan inilah yang membuat Steven aktif dalam berbagai event food festival, termasuk event Foodphoria di Kota Malang.
Saat ini, produk dari Lumpia Semarang Gang 9 memiliki slogan “Bukan Bucin, Bukan Sayang – Aku Maunya Lumpia Semarang”.

Booth minuman Gigi Susu asal Bali. (Foto: MF/Reportase)
Gigi Susu asal Bali, tempat rekomendasi para Influencer dan Food Vlogger
Salah satu tenant asal Bali menghadirkan menu minuman lagi viral, Gigi Susu. Seperti diketahui bahwa viralnya Gigi Susu karena tagline yang muncul pada aplikasi media sosial Tiktok, “Belum ke Bali, kalau belum ke Gigi Susu”.
Gigi Susu Bali sendiri merupakan kafe kopi dan bakery bernuansa Eropa minimalis yang saat ini lagi trending. Pemilik usaha ini Bernama Budianto Basari dan lokasinya berada di Jalan Pantai Batu Bolong, Canggu, Bali.
Tempat ini terkenal akan desainnya yang memiliki warna putih estetik, pastry yang berukuran jumbo, hingga kualitas kopi yang dimiliki sehingga menjadikan tempat ini sebagai tujuan popular bagi wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Pengunjung sedang mengantri untuk mencoba produk Gigi Susu yang lagi viral. (Foto: MF/Reportase)
Masih menurut Dita, yang menjelaskan bahwa pihak promotor event sangat tertarik untuk mendatangkan Gigi Susu pada foodphoria di Malang ini. Bagi masyarakat yang punya banyak kerjaan tapi tidak punya waktu dan ingin mencoba menu makanan tersebut, bisa langsung datang ke lokasi festival kuliner ini tanpa harus jauh-jauh pergi ke Bali.
“Belum tentu orang bisa kesana, dan belum tentu juga orang-orang bisa mencoba makanannya. Tidak semua orang bisa dapat tempat untuk bisa menikmati Gigi Susu di Bali, dan harus melakukan reservasi terlebih dahulu”, ungkapnya.
Tapi di dalam acara ini, semua orang bisa langsung menikmati gigi susu tanpa harus ke Bali. Dan, dalam foodphoria di Malang ini, terbukti bahwa booth Gigi Susu merupakan salah satu tempat yang paling laris dan mayoritas dikunjungi oleh kaum anak-anak muda.
Dita berharap ke depannya, promotor event dapat membawa dan mengangkat makanan-makanan khas yang autentik dari berbagai wilayah untuk diperkenalkan melalui event festival kuliner seperti ini.