16 April 2026

Puncak Dies Natalis ke-16, FIB UB Berikan Anugerah Sabda Budaya kepada Tiga Seniman

Puncak Dies Natalis ke-16, FIB UB Berikan Anugerah Sabda Budaya pada Tiga Seniman
Tiga penerima Anugerah Sabda Budaya FIB UB. (Ist)

Bagikan :

Reportasemalang – Anugerah Sabda Budaya (ASB) menjadi puncak perayaan dies natalis ke-16 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) . Anugerah Sabda Budaya diberikan kepada figur yang dinilai konsisten dan berdampak nyata bagi pelestarian kebudayaan Nusantara dalam satu hingga dua tahun terakhir.

Dalam sambutannya, Dekan FIB UB, Sahiruddin, Ph.D., mengungkapkan rasa syukur atas sejarah panjang FIB dalam mengembangkan ilmu budaya, bahasa, dan sastra. Menurutnya, orasi Ilmiah dan Anugerah Sabda Budaya ini sudah menjadi bagian dari tradisi Dies Natalis FIB sejak 2018.

“Tahun ini, tema yang diusung adalah “Samadya danasamara manunggal rasa,” yang berarti bersama-sama memajukan kebudayaan Indonesia,” ujarnya di gedung A FIB UB, Rabu (3/12/2025).

Dikatakan Sahiruddin, melalui Anugerah Sabda Budaya, FIB UB menegaskan diri sebagai agen kebudayaan di tingkat global. Selain itu, FIB juga aktif mendorong kemajuan kebudayaan lewat berbagai proyek digitalisasi karya budaya, seperti batik dan program-program lain yang memperluas jangkauan budaya Indonesia ke dunia.

“Upaya tersebut sejalan dengan komitmen menjadikan Kota Malang sebagai kota yang diakui UNESCO,” tuturnya.

Dekan FIB UB, Sahiruddin, Ph.D.

Lebih lanjut, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. menegaskan bahwa penghargaan kepada tokoh kebudayaan ini bukan sekadar ceremonial. Melainkan bentuk apresiasi nyata bagi para ahli di bidang kebudayaan yang telah berdedikasi untuk kelestarian kebudayaan di indonesia.

“Kebudayaan dinilai sebagai ciri bangsa Indonesia, mencerminkan keberagaman suku, bahasa, dan tradisi yang membentuk identitas nasional yang kaya,” ucapnya.

“Kebudayaan juga menjadi puncak dari berbagai kebudayaan daerah, mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, serta terwujud dalam seni, pakaian adat, kuliner, upacara adat, dan kekuatan budaya Indonesia secara keseluruhan,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Kurator ASB 2025,
Yohanes Padmo Adi Nugroho, S.S., M.Hum., menjelaskan, ASB tahun ini diberikan kepada tiga tokoh seni dan sastra yang dinilai memiliki karya unggul dan berdampak. Tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga dalam kontribusinya terhadap kerja-kerja kultural FIB UB.

Ketiganya adalah (1) Tengsoe Tjahjono, penyair dan cerpenis, yang menerima penghargaan di bidang Sastra, (2) Winarto Ekram, penari dan koreografer, sebagai penerima penghargaan di bidang Seni Tradisi, serta (3) Dadang Rukmana, pelukis dan perupa, menerima penghargaan di bidang Seni Rupa.

“Anugerah ini merupakan bentuk penghormatan FIB kepada para seniman yang selama ini telah menjalin kolaborasi erat dengan fakultas, serta menjadi bagian dari perjalanan budaya kami,” pungkasnya.