Search
Close this search box.
13 Juni 2024

Peringati Hari Ibu dan Milad ke-24, Forhati Kota Malang Siap Luncurkan Buku “Tutur Perempuan Bagi Anak Bangsa”

Reportasemalang
Koordinator Presidium Forhati Kota Malang memberikan sambutan. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Mengusung tema “Mother How Are You Today?”, Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Wati (Forhati) Kota Malang memperingati Hari Ibu sekaligus Milad ke-24 Forhati.

Bertempat di Hako Caffe n Eatery, sejumlah kegiatan diselenggarakan dengan menghadirkan beberapa pembicara, Jumat (23/12/2022).

Koordinator Presidium Forhati Kota Malang, Emma Budi Sulistyorini menyampaikan, ada dua jenis kegiatan yang dilaksanakan. Mulai dari Stadium General hingga Focus Group Discussion (FGD).

Reportasemalang
Istri Wakil Walikota Malang Elly Estiningtyas menyampaikan materi. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Dikatakan Emma, Stadium General diisi oleh Istri Wakil Walikota Malang Elly Estiningtyas dan Dewan Penasehat Forhati Prof. Sutiah sebagai pembicara.

“Keduanya dipilih menjadi pembicara karena sama-sama merupakan sosok yang bisa menginspirasi,” ujarnya.

Menurut Emma, Elly Estiningtyas merupakan sosok pendamping yang mampu mendorong suaminya untuk mencapai kesuksesan. Karena selalu ada perempuan hebat di balik laki-laki yang sukses. Dan ini adalah representasi dari Elly Estiningtyas sebagai istri Wakil Walikota Malang.

“Maknanya adalah Forhati dan Kohati ini bisa meneladani apa yang beliau lakukan. Baik sebagai seorang Ibu maupun sebagai istri yang selalu mendampingi suami dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakil Walikota Malang,” tuturnya.

Sementara Prof. Sutiah merupakan sosok perempuan yang berhasil mencapai puncak karier tertinggi sebagai pengajar.

Dewan Penasehat Forhati Prof. Sutiah menyampaikan materi. (Foto: Agus N/reportasemalang)

“Beliau adalah guru atau pengajar, maka kedudukan yang tertinggi adalah menjadi guru besar atau Profesor,” ucapnya.

“Dari sosok Prof. Sutiah ini juga, diharapkan Forhati maupun Kohati bisa mengambil teladan bahwasanya kita sebagai perempuan harus bisa menyeimbangkan antara karier dengan keluarga,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan Emma, dari penyampaian para pembicara tersebut akan dicatat dan disarikan menjadi lembar sambutan di dalam Buku Bunga Rampai bertemakan Tutur Perempuan Bagi Anak Bangsa.

Buku ini berisi tentang gagasan atau opini Forhati terhadap pembentukan karakter generasi muda.

“Buku ini InsyaAllah akan kita terbitkan bulan Januari 2023. Dan akan kita sebarkan kepada para remaja dan komisariat HMI se Malang Raya,” ungkapnya.

Menurutnya, ini adalah salah satu contoh konkret aktivitas Forhati untuk speak up hal-hal yang menjadi keresahan dari Forhati.

“Artinya kita di Forhati ini bertumbuh, upgrade bersama, belajar terus. Tidak berhenti di situ untuk mengembangkan potensi masing-masing. Sehingga para women ini nanti bisa berkolaborasi bersinergi dengan lebih semangat lagi,” tandasnya.

Reportasemalang
Emma Budi Sulistyorini bersama Prof. Muryati. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Sementara itu dalam paparannya, Dewan Penasehat Forhati Prof. Sutiah menyampaikan bahwa seorang Ibu mempunyai empat kekuatan.
Pertama Ibu adalah sebagai pejuang dan pendoa. Dimana seorang Ibu akan berjuang demi anaknya dan akan selalu mendoakan putra-putrinya.

“Makanya jadi Ibu jangan pernah tidak mendoakan anak. Selalu doakan mereka,” tuturnya.

Kedua adalah sebagai peletak cita-cita generasi. Karena tidak ada seorang Ibu yang menghendaki anaknya nanti jadi pencuri, pasti semua Ibu ingin anaknya menjadi orang yang mulia.

Ketiga adalah sebagai iInspiring life Education. Apapun yang diberikan dan diteladakan oleh Ibu, pasti akan masuk dalam alam bawah sadar anak, yang akan terus menginspirasi.

“Dan yang ke empat adalah Ibu sebagai kunci yang menghubungkan antara kesuksesan dan keridhaan Allah,” tutur Prof. Sutiah.

Senada, Istri Wakil Walikota Malang, Elly Estiningtyas menyampaikan pentingnya peran seorang Ibu dalam keluarga. Terutama bagi anak-anaknya.

Reportasemalang
Foto bersama Forhati Kota Malang. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Hal ini sangat dirasakan Elly kala mendampingi suaminya sebagai politikus. Dimana setiap menghadapi keputusan besar dalam karier politik sang suami, selalu meminta restu kepada Ibunya.

Sebelum menjadi Wawali, lanjut Elly, suaminya sempat ingin kembali menjadi anggota DPRD. Namun Ibu tidak merestui, sehingga suaminya mengurungkan niatnya.

Dan ternyata benar, di periode itu terjadi “Tsunami” di DPRD Kota Malang.

” Manusia itu kan mintanya saat ini kita berdoa ya saat ini terkabulkan oleh Allah. Tapi ternyata jauh ke depan Allah punya rencana yang lebih baik. Itulah pentingnya restu orangtua,” pungkasnya.

Berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada sesepuh Anggota Dewan Penasehat Forhati Kota Malang, Prof. Muryati.

Dalam sesi tersebut, Prof. Muryati tak lupa memberikan wejangan kepada para Forhati dan Kohati. (Agus N)