Search
Close this search box.
13 Juli 2024

Perbarindo Jatim Gelar Musda ke-XI, Transformasi Lebih Cepat Mensejahterakan Ekonomi Rakyat

Pembukaan Musda ke-XI Perbarindo Jatim.(Foto: Agus N/reportasemalang)
Pembukaan Musda ke-XI Perbarindo Jatim.(Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Mengusung tema “Tumbuh Lebih Kuat, Transformasi Lebih Cepat Mensejahterakan Ekonomi Rakyat” Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jawa Timur. Menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI di Hotel Grand Mercure Malang, Kamis (31/8/2023).

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perbarindo, Teddy Alamsyah menyampaikan salah satu tugas dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah untuk memberantas rentenir sekaligus mengurangi kemiskinan. Termasuk juga membiayai para pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya.

“Industri BPR ini memang hadir untuk pengentasan kemiskinan dan berpihak pada rakyat miskin, khususnya para pelaku UMKM,” tuturnya.

Selain itu, Teddy juga menjelaskan, tujuan dari Musda ini adalah sebagai salah satu amanat ADART Perbarindo untuk menetapkan program kerja DPD Perparindo Jatim yang sejalan dengan program kerja DPP.

“Berikutnya adalah laporan pertanggungjawaban periode DPD sebelumnya. Sekaligus memilih Ketua DPD, menetapkan pengawas dan menetapkan pengurus harian,” jelasnya.

Ketua Umum DPP Perbarindo bersama PJ Ketua Perbarindo Jatim dan Ketua Panitia OC.(Foto:Agus N/reportasemalang)
Ketua Umum DPP Perbarindo bersama PJ Ketua Perbarindo Jatim dan Ketua Panitia OC.(Foto:Agus N/reportasemalang)

Selain itu lanjut Teddy, kemarin juga ada program Perbarindo giving yang menjadi pilot project. Perbarindo memberi dengan mengadakan pelatihan softskill terkait digitalisasi terhadap UMKM, pembukuan sederhana dan terkait dengan operasional UMKM.

“Terkait digitalisasi kita juga membangun brand bersama yaitu BPR e-cash yang nantinya bisa melakukan transaksi secara digital,” tuturnya.

Lebih lanjut PJ Ketua DPD Perbarindo Jawa Timur, Luluk Indriyani menjelaskan saat ini ada perubahan akronim BPR. Dulunya adalah Bank Perkreditan Rakyat, tapi dengan adanya UU P2SK itu berubah menjadi Bank Perekonomian Rakyat.

“Sehingga di situ ada aturan ketentuan lagi yang memperluas kegiatan usaha BPR. Salah satunya bisa go publick dan juga bisa kegiatan secara teknologi,” ucapnya.

Karena itu besok ada acara seminar terkait dengan peluang bisnis industri BPR dan juga dampak hukum serta dampak operasional BPR BPRS.

“Dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Hukum dan Ham, Ikatan Notaris Indonesia, BI dan OJK,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Panitia OC, Syamsul Anam menjelaskan, Musda ini merupakan event 4 tahunan dimana kegiatannya adalah memilih pengurus baru periode 2023/2027.

Jumlah BPR BPRS anggota Perbarindo Jawa Timur sampai dengan akhir Juli 2023 sebanyak 246. Dalam Musda ke XI Perbarindo Jatim ini diikuti 214 peserta dari 188 anggota BPR BPRS atau sebesar 76,4 persen dari keseluruhan jumlah anggota BPR BPRS yang terdaftar.

“Dengan demikian telah memenuhi persyaratan Musda XI ini dilaksanakan dan telah sesuai dengan ADART Perbarindo,” tandasnya.