7 Juni 2026

Pengmas Dosen dan Mahasiswa KKN FP UB, Berikan Penyuluhan Hingga Pembuatan Prototype KRPL untuk Mendukung SDGs 2 Tanpa Kelaparan di Desa Tlekung

Pengmas Dosen dan Mahasiswa KKN FP UB, Berikan Penyuluhan Hingga Pembuatan Prototype KRPL
Foto bersama dosen dan mahasiswa KKN FP UB dengan Ibu-ibu PKK Desa Tlekung. (Istimewa)

Bagikan :

Reportasemalang – Kolaborasi Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FPUB) dengan mahasiswa KKN, melaksanakan pengabdian masyarakat (Pengmas) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Dengan memberikan penyuluhan Optimalisasi Pekarangan Melalui Penataan dan Pemeliharaan Tanaman untuk Mendukung Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) SDGs 2 Tanpa Kelaparan. Sekaligus pembuatan prototype KRPL di 3 lokasi berbeda.

Dosen pengabdian masyarakat dan pembimbing KKN, Dr. Euis Elih Nurlaelih, SP., MSi. menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir ini FP UB menggabungkan pengabdian masyarakat dosen dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dimana dosen berkolaborasi dengan mahasiswa KKN agar kegiatan bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Karena dengan dijadikan satu maka dosen dibantu untuk pelaksanaan, mahasiswa dibantu dari sisi pendampingan dan biaya,” jelasnya.

Dosen pengabdian masyarakat dan pembimbing KKN, Dr. Euis Elih Nurlaelih, SP., MSi. memberikan penyuluhan KRPL. (Istimewa)

Lebih lanjut disampaikan Euis, untuk di desa Tlekung Kota Batu program utamanya adalah optimalisasi pekarangan. Untuk mendukung program KRPL dalam hal ini terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 2 tanpa kelaparan.

Karenanya, selain memberikan penyuluhan, pengabdian masyarakat juga diwujudkan melalui pembuatan prototype KRPL di 3 lokasi dengan 2 tipe pekarangan, yaitu lahan sempit kurang dari 10 meter persegi dan sedang 10-50 meter persegi.

“Harapannya kita bisa memberikan contoh nyata dalam bentuk prototype pekarangan yang di desain untuk ketahanan pangan. Dengan ciri khasnya menanam tanaman yang bisa dikonsumsi,” ungkapnya.

Senada, Dr. Izmi Yulianah, SP., MSi. mengatakan, penyuluhan KRPL ini untuk menjelaskan kepada Ibu-ibu PKK bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Jadi KRPL ini sebenarnya konsepnya adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara berkelanjutan,” ucapnya.

Dosen pengabdian masyarakat dan pembimbing KKN, Dr. Izmi Yulianah, SP., MSi. memberikan pengarahan kepada mahasiswa KKN FP UB. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Menurut Izmi, tidak hanya materi bagaimana cara menanamnya saja yang disampaikan. Tetapi yang tidak kalah penting juga bagaimana cara merawat dan memelihara tanaman agar bisa tetap hidup dan bisa dimanfaatkan.

“Tanaman yang ditanam lebih kepada tanaman yang bisa dikonsumsi. Diantaranya, sawi, kangkung, bayam, cabe, tomat, terong dan tanaman Toga,” sebutnya.

Dikatakan Izmi, program KRPL ini sering tidak jalan karena kesibukan dari para Ibu-ibu. Dan kurangnya kesadaran untuk merawat tanaman.

“Mungkin menanam bisa, tapi memeliharanya yang agak sulit,” ungkapnya.

Karena itu diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk bisa merawat tanaman agar bisa keberlanjutan. Karena nantinya tanaman yang mereka tanam itu akan mereka manfaatkan sendiri.

“Mensosialisasikan pentingnya memanfaatkan lahan di sekitar rumah kita yang memang masih memungkinkan digunakan untuk penyediaan tanaman pangan. Karena kalau bisa memanfaatkan, nanti manfaatnya akan kembali lagi kepada kita sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, koordinator KKN, Dimas Abdillah menjelaskan KKN di Desa Tlekung ini diikuti 20 mahasiswa semester empat FP UB. Yang berlangsung selama satu bulan, 1-28 Juli 2025.

Selama pelaksanaan KKN, ada beberapa permasalahan yang disampaikan masyarakat terkait budidaya pertanian. Utamanya terkait dengan hama penyakit tanaman.

“Di sini kami menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Seperti bagaimana tanaman petani itu bisa subur lewat tanahnya dan bagaimana cara mengontrol populasi hama penyakit tanaman dan gulma,” jelas Dimas.

Selain itu, mahasiswa KKN FP UB ini juga membuat prototype KRPL di 3 lokasi. Salah satunya memanfaatkan sedikit lahan di Kantor Desa Tlekung untuk penerapan KRPL.

Prototype KRPL di salah satu rumah warga. (Istimewa)

Anggota KKN, Abdul Hafiidh Eka Putra menjelaskan, KRPL di Kantor Desa Tlekung di desain menggunakan bata ringan. Dengan ukuran lebar 60 cm dan panjang 180 cm sehingga bisa diisi 10 tanaman.

“Untuk tanaman, kita menggunakan tanaman obat mengikuti permintaan dari Ibu-ibu PKK seperti sirih, kumis kucing, lidah buaya, lengkuas dan rosmeri. Untuk sayurannya ada sawi daging, andewi, terong dan tomat,” sebutnya.

“Kami juga menggunakan tanaman gantung seperti sirih gading putih untuk ditanam di pagar. Serta tanaman rambat seperti bunga telang, sirih dan pegagan,” imbunnya.

Untuk perawatannya lanjut Gizka Putri Wardayanti, dilakukan setiap hari. Yang meliputi penyiraman pagi dan sore dan pengamatan hama penyakit tanaman.

“Selama satu bulan ini kami yang merawat tanamannya. Tapi setelah KKN kami selesai, yang merawat pemilik pekarangannya sendiri, tapi ada evaluasi setiap bulannya,” urainya.

Lebih lanjut, mewakili Ketua PKK Desa Tlekung, Ibu Rita menyampaikan ucapan terimakasih kepada dosen dan mahasiswa KKN FP UB. Yang telah memberikan pengetahuan terkait Program Kawasan Rumah Pangan Lestari.

“Terimakasih kepada mahasiswa KKN FP UB. Semoga sosialisasi KRPL yang disampaikan menjadi keberkahan bagi anggota PKK dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Tlekung,” pungkasnya.