30 April 2026

Menaker Hadiri Sidang Pleno MWA UB, Soroti Tantangan Ketenagakerjaan dan Skill AI

Menaker Hadiri Sidang Pleno MWA UB, Soroti Tantangan Ketenagakerjaan dan Skill AI
Sidang Pleno Terbuka MWA UB

Bagikan :

Reportasemalang — Universitas Brawijaya (UB) menggelar Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) dalam rangkaian Dies Natalis tahunan. Yang dihadiri langsung Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D., Senin (5/1/2026).

Dalam orasi ilmiah yang disampaikan, Prof. Yassierli menyoroti perubahan lanskap ketenagakerjaan nasional dan global yang semakin dinamis. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia industri, khususnya untuk mengatasi ketidaksesuaian antara keterampilan lulusan dan kebutuhan industri (skill mismatch).

“Saya yakin Rektor dan jajaran Universitas Brawijaya memahami tantangan ini. Perguruan tinggi harus terus berbenah agar mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Yassierli menjelaskan salah satu program unggulan Kementerian Ketenagakerjaan adalah program magang bagi 100 ribu lulusan perguruan tinggi yang diinisiasi Presiden RI. Program ini memberikan pengalaman kerja selama enam bulan dan direncanakan berlanjut hingga tahun 2026 dan seterusnya.

“Bagaimana menyiapkan tenaga kerja lebih baik selama enam bulan sehingga mereka mendapatkan exposure terkait dengan dunia kerja seperti apa. Alhamdulillah antusiasme luar biasa dan program ini insya Allah akan dilanjutkan tahun 2026 dan seterusnya,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dipastikan membawa disrupsi signifikan di dunia kerja. Namun, menurutnya, tidak semua pekerjaan akan tergantikan oleh AI.

Sebaliknya, teknologi ini justru membuka peluang lahirnya jenis pekerjaan baru, khususnya di bidang talenta digital berbasis AI, yang perlu direspons oleh perguruan tinggi.

“Kami berharap kampus bisa merespon kebutuhan terkait tenaga kerja dengan skill AI ini,” tandasnya.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D.

Lebih lanjut,
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., mengatakan, tahun 2025 menjadi saksi pergerakan UB yang semakin mantap dan terarah. Sekaligus mengukuhkan bahwa UB terus berada pada jalur transformasi positif, dengan capaian signifikan pada ekosistem akademik.

Keberhasilan dalam memperoleh akreditasi Unggul dan internasionalisasi program studi, peringkat pada QS World University Ranking dan THE Impact Ranking. Serta transformasi fisik melalui pengembangan kampus satelit di Kepanjen dan Kediri, merupakan bukti konkret dari kinerja bersama.

“Pencapaian ini bukan hanya tentang angka dan bangunan, melainkan tentang perluasan akses pendidikan berkualitas dan penguatan peran UB sebagai katalisator pembangunan wilayah,” ujarnya.

Tantangan ke depan, seperti optimalisasi kampus satelit, peningkatan riset terapan dan hilirisasi inovasi, serta percepatan digitalisasi di semua lini layanan, memerlukan kesiapan, ketangkasan, dan komitmen yang lebih tinggi.

Prof. Widodo juga mengatakan, reputasi UB sebagai perguruan tinggi unggul terus diperkuat melalui berbagai capaian strategis sepanjang tahun 2025. Capaian tahun 2025 tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai pengungkit akselerasi transformasi institusi.

UB terus melangkah dengan semangat adaptif, kolaboratif, dan berorientasi dampak melalui penguatan tata kelola berbasis kinerja, digitalisasi proses, pengembangan kapasitas sivitas akademika yang profesional dan berintegritas.

“Karena itu dibutuhkan sinergi seluruh elemen universitas menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan visi UB sebagai universitas kelas dunia yang unggul, berkarakter, dan berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis ke-63, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa Dies Natalis tahun ini dirancang dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan dampak nyata selaras dengan tema.

Tercatat ada 16 rangkaian kegiatan Dies Natalis yang telah dilaksanakan, mencakup bidang akademik, kemahasiswaan, internasionalisasi, sosial, seni budaya, lingkungan, hingga olahraga.

“Tahun ini yang berbeda, kita mengangkat kegiatan sosial budaya seperti Nguri-nguri Pawon, Kenduri,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Administrasi ini.

Selain laporan kinerja rektor, Sidang Pleno Terbuka MWA juga diisi dengan Penganugerahan UB Lifetime Achievement kepada sivitas akademika yang memiliki kontribusi dan prestasi luar biasa, khususnya di tingkat internasional.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk rekognisi institusi terhadap dosen dan peneliti UB yang telah memberikan dampak signifikan melalui publikasi, sitasi, serta perolehan dana riset bereputasi UB Lifetime Achievement diberikan kepada sejumlah tokoh dengan capaian unggul di bidang kemanusiaan, riset, pengembangan ilmu pengetahuan, dan hilirisasi inovasi.

Pada Kategori Pejuang Kemanusiaan, penghargaan diberikan kepada dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.EM, KPEC, FICEP, Dr. dr. Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat, M.Kes., Sp.OT, serta Dr. dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp.An-TI, Subsp.M.N.(K), FIPP dari Fakultas Kedokteran atas kontribusi nyata mereka dalam layanan kesehatan dan misi kemanusiaan.

Kategori Peneliti Bereputasi Internasional diberikan kepada Prof. Dr. Sujarwoto, S.IP., M.Si., M.P.A. (FIA) dan Dr. Holipah, Ph.D. (FK) atas capaian riset berdaya saing global dengan perolehan dana penelitian tertinggi.

Sementara itu, Kategori Pengembangan Pengetahuan melalui Publikasi dianugerahkan kepada Prof. Dr. Ir. Femiana Gapsari, M.F., S.T., M.T. (FT) atas kontribusi penulisan artikel ilmiah terbanyak.

Adapun Kategori Inovasi dan Hilirisasi Riset diberikan kepada Prof. Ir. Arifin Noor Sugiharto, M.Sc., Ph.D. (FP) atas kepemilikan paten yang telah dimanfaatkan dan memberikan royalti bagi Universitas Brawijaya.