Reportasemalang – Malang Town Square (Matos) terus berbenah guna memantapkan posisinya sebagai pusat perbelanjaan dan hiburan keluarga yang nyaman serta ramah anak di Kota Malang. Hal tersebut disampaikan Mall Manager Matos, Agus Saputra, dalam gathering media yang digelar Kamis (26/2/2026).
Agus menjelaskan, sepanjang tahun 2026 Matos menyiapkan sejumlah perubahan dan pembaruan signifikan, mulai dari dekorasi hingga peningkatan infrastruktur. Pembaruan tersebut dilakukan seiring usia Matos yang akan memasuki 21 tahun.
“Kami melakukan perubahan dekorasi dan pembaruan infrastruktur agar Matos tampil lebih segar. Tahun ini cukup banyak hal baru yang kami siapkan,” ujar Agus.

Beberapa pembenahan yang dilakukan di antaranya penggantian plafon, perbaikan lantai, serta peningkatan kualitas fasilitas pendukung lainnya agar pengunjung semakin nyaman. Termasuk perawatan rutin eskalator dan lift menjelang meningkatnya kunjungan pengunjung saat Lebaran.
“Perawatan rutin eskalator dan lift dilakukan melalui pengecekan dan pemeliharaan berkala demi memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung,” ucapnya.
Terkait isu lantai atas yang terasa bergoyang, Agus menegaskan bahwa struktur tersebut dirancang fleksibel mengikuti sistem pelat bangunan untuk menyesuaikan beban.
“Lantai memang dirancang dapat bergerak mengikuti beban. Jika terlalu kaku justru berisiko retak. Ini bagian dari sistem keamanan konstruksi,” terang Agus.

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa Matos merupakan mal yang ramah anak. Berbagai fasilitas disediakan untuk mendukung kenyamanan anak-anak, mulai dari area bermain hingga toilet khusus anak yang terpisah dari toilet dewasa.
“Hampir di setiap lantai kami sediakan area permainan anak. Selain itu, tersedia toilet khusus anak yang terpisah dari toilet dewasa,” ungkapnya.

Senada, Mall Director Malang Town Square, Fifi Trisjanti menyampaikan, fasilitas ramah anak di Matos telah menjadi perhatian sejak awal dan terus ditingkatkan.
“Untuk toilet anak memang tidak disatukan dengan toilet dewasa karena kebutuhan dan tingginya berbeda. Saat ini juga ada pembaruan kloset dengan desain yang lebih menarik dan ramah anak,” ujarnya.

Menurut Fifi, penyediaan fasilitas tersebut merupakan bentuk kepedulian Matos terhadap kenyamanan anak di ruang publik. Ia menilai, anak-anak harus merasa aman dan nyaman di mana pun berada.
“Saya sangat peduli dengan anak-anak. Saya juga punya cucu, dan saya tahu betul betapa sulitnya anak ketika ingin ke toilet jika fasilitasnya tidak mendukung,” katanya.

Selain toilet anak, Matos juga menyediakan ruang khusus ibu menyusui yang dilengkapi bilik tertutup dengan gorden untuk menjaga privasi.
“Serta fasilitas pendukung seperti minyak telon, spons bayi untuk mengganti popok, dan lemari pendingin untuk penitipan ASI,” tandasnya.