Reportasemalang – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) di Watu Gedhek, Desa Tulungrejo, Kota Batu. Sebagai bagian dari gelaran 17th ACLA International Symposium and 3rd AAC International Symposium 2025, Jumat (29/8/2025).
Koodinator kegiatan sekaligus Kepala Upt. Kerjasama Unitri, Sulih Indra Dewi, S.Sos., M.A menjelaskan, Abdimas digelar sebagai tindak lanjut dari simposium internasional yang telah berlangsung sebelumnya. Para peserta Abdimas juga merupakan bagian dari peserta simposium, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menurut Sulih, kegiatan ini menjadi upaya nyata untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, tidak berhenti hanya pada tataran diskusi akademis.
“Kalau simposium atau konferensi kan sebatas diskusi. Lewat Abdimas ini, kami ingin hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Bahkan sebelumnya ada kompetisi ide yang kemudian kami tarik menjadi dasar kegiatan Abdimas ini,” ujarnya.

Disebutkan, Abdimas ini diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Dari Malang ada dari Universitas Merdeka (Unmer), Institut Teknologi Nasional (ITN), Universitas Bina Nusantara (Ubinus), dan Universitas Islam Malang (Unisma).
Selain itu, terdapat pula peserta dari Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo, Universitas Internasional Semen Gresik, hingga Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung.
“Target awal sebenarnya hanya Malang Raya, tetapi justru banyak yang antusias dari luar Malang. Kami tentu merasa senang karena artinya Abdimas ini mendapat respon positif,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, peserta dibagi menjadi lima kelompok dengan fokus yang berbeda. Ada yang menilai dan mengevaluasi produk UMKM, memberikan saran pengembangan, hingga merancang strategi storytelling dan branding.
Peserta dengan beragam latar belakang, mulai dari urban planning hingga digital branding, berkolaborasi dengan mahasiswa internasional maupun lokal. Mereka melakukan diskusi, survei lapangan, serta merumuskan strategi pengembangan yang bisa diterapkan di Desa Tulungrejo, khususnya kawasan wisata Watu Gedhek.

Setelah kegiatan selesai, lanjut Sulih, seluruh saran dan rekomendasi dari peserta akan dikompilasi menjadi dokumen yang diserahkan kepada pihak desa. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman dalam mengembangkan potensi wisata dan UMKM setempat.
“Luaran dari Abdimas ini berupa kompilasi panduan dan rekomendasi yang bisa langsung digunakan desa. Inilah kontribusi nyata kami bagi masyarakat,” tutupnya.
Sehari sebelumnya, Unitri sebagai tuan rumah juga menggelar 17th ACLA International Symposium and 3rd AAC International Symposium 2025 di Graha Pancasila, Among Tani, Kota Batu. Yang juga turut dihadiri oleh tamu-tamu VIP yakni,Mr. Chun Hong Duck dari Chairman International Cultural Foundation Korea, Ms. Jung Eun Hye dari 20th National Congresswoman in Korea dan Prof. Chun Hyun Jin dari School of Art, Nanjing University Aerounastic and Austronautics, China, yang menjadi sorotan utama dalam forum internasional tersebut.