12 Juni 2026

GKB 5 UMM Resmi Beroperasi, Siapkan Pusat Pendidikan Medis Masa Depan

GKB 5 UMM Resmi Beroperasi, Siapkan Pusat Pendidikan Medis Masa Depan
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. meresmikan Gedung GKB 5 UMM

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengoperasikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 di kawasan Rumah Sakit UMM, Kamis (11/6/2026). Gedung setinggi 45 meter dengan 11 lantai tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., sebagai pusat pendidikan medis modern bagi Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM.

Peresmian GKB 5 menjadi langkah strategis UMM dalam memperkuat kualitas pendidikan kesehatan dan kedokteran di Indonesia. Gedung ini dibangun dengan konsep green building dan dilengkapi fasilitas penunjang pembelajaran berstandar internasional.

Haedar Nashir mengapresiasi konsistensi UMM dalam menghadirkan inovasi di bidang pendidikan tinggi, khususnya sektor kesehatan. Menurutnya, Kampus Putih berhasil membangun ekosistem pendidikan medis yang berkembang pesat dan menjadi rujukan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.

“UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” ujar Haedar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. meninjau sejumlah ruangan di GKB 5 UMM

Ia menilai kehadiran GKB 5 menjadi simbol kemajuan Muhammadiyah dalam membangun pendidikan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, lulusan UMM tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak dalam melayani masyarakat.

“Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa pembangunan GKB 5 dilakukan secara swadaya dan swakelola oleh tim internal kampus bersama sejumlah konsultan. Proyek tersebut mulai dirintis sejak 2023.

“Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, mulai dari desain perencanaan hingga pelaksanaan oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang bersama beberapa konsultan,” jelas Nazaruddin.

GKB 5 berdiri di atas lahan seluas dua hektare dengan struktur bangunan tahan gempa. Konsep ramah lingkungan diterapkan melalui optimalisasi pencahayaan alami, pengurangan polusi, dan sistem sirkulasi udara sehat.

Fasilitas yang tersedia meliputi puluhan laboratorium modern, auditorium, sarana olahraga, hingga sistem pengolahan limbah terpisah untuk mendukung aktivitas pendidikan kesehatan yang aman dan berkelanjutan.

Menurut Nazaruddin, pembangunan GKB 5 merupakan bagian dari visi jangka panjang UMM dalam mencetak tenaga medis yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan kesehatan global.

Ia berharap keberadaan gedung baru tersebut dapat memperkuat kontribusi UMM bagi bangsa, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Mudah-mudahan peresmian ini menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk terus maju memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.

Kehadiran GKB 5 sekaligus menandai babak baru pengembangan pendidikan medis di UMM. Integrasi fasilitas modern, teknologi pembelajaran, dan nilai keislaman diharapkan mampu melahirkan generasi tenaga kesehatan yang profesional dan berdaya saing global.