Search
Close this search box.
17 Juli 2024

GEMA Mathla’ul Anwar Jawa Timur Desak POLRI Tangkap Faizal Assegaf

Reportasemalang
Ketua DPW GEMA MA Jatim, Fahmi N Ismail. (Foto: Ist/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangJawa Timur, Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda Mathlaul Anwar Jawa Timur desak POLRI tangkap Faizal Assegaf dengan dugaan pencemaran nama baik Menteri BUMN Erick Thohir dalam video unggahannya yang menyebutkan memiliki banyak istri dan dinikahi secara ghoib dan juga biaya sekolah anak dari istri pertamanya sampai sekarang belum dibayar. Sabtu, 27/08/22.

“Faizal Assegaf terang-terangan melakukan fitnah kejam terhadap Menteri BUMN Erick Thohir. Karena narasi yang dia buat dan isi video yang diunggah sama sekali tidak nyambung,” kata Fahmi

“Postingan di akun Instagram pribadinya Faizal Assegaf secara jelas membuat tuduhan yang mencemarkan nama baik Erick, yaitu pertama, Erick Tohir memiliki banyak istri dan dinikahi secara ghoib dan juga biaya sekolah anak dari istri pertama Erick Thohir sampai sekarang belum dibayar”, kata Fahmi.

Maka dari itu, Fahmi Selaku DPW GEMA MA Jatim meminta agar aparat penegak hukum segera menangkap dan memproses Faizal Assegaf akibat tuduhannya yang mencemarkan nama baik Erick Thohir.

“Aparat penegak hukum harus segera di proses dan diadili secara hukum,” tukasnya.
Kejadian ini tentu tidak hanya memberikan kegelisahan bagi keluarga atau orang-orang disekitar Erick Thohir akan tetapi menjadi kegelisahan umum ketika informasi yang dilayangkan dan dikonsumsi oleh publik adalah HOAX.

“Penyebaran hoax dan informasi itu di konsumsi oleh publik, itu bisa menjadi kegelisahan bersama tidak hanya dirasakan oleh keluarga maupun orang-orang terdekat Erick Thohir, kalau masyarakat diberikan informasi hoax.”, lanjut Fahmi.
Maka dari itu, DPW GEMA MA Jawa Timur mendesak POLRI untuk segera menyelesaikannya dan memberantas segala informasi HOAX.

“Informasi HOAX itu sangatlah tidak baik, jadi kami mohon kepada POLRI untuk segera menyelasaikan kasus pencemaran nama baik Erick Thohir maupun orang lain dengan informasi HOAX,” tutup Fahmi. (Farid)