16 April 2026

FIB UB Siapkan Workstation UNESCO, Dorong Seni Budaya Indonesia ke Kancah Global

FIB UB Siapkan Workstation UNESCO, Dorong Seni Budaya Indonesia ke Kancah Global
Penandatangan Work Station UNESCO oleh Rektor UB, Prof. Widodo dengan UNESCO Chair, Prof. Xian Yon. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) menggelar International Workshop bertajuk “From Heritage Innovation: Empowering Cultural-Based Creative Industries”. Bertempat di Gedung A FIB UB, Jumat (21/11/2025).

Workshop ini sebagai langkah awal FIB UB bersama UNESCO Chair dalam mempersiapkan pendirian International Workstation on Rural Development and Sustainability Program.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., mengatakan, workstation ini akan memudahkan UB menyebarluaskan berbagai kegiatannya ke kancah global.

“Keberadaan workstation UNESCO ini akan memudahkan kita untuk menyiarkan berbagai aktivitas atau kegiatan kita ke tingkat global,” ujarnya.

“Sehingga budaya kita, kultur kita, tata pola hidup kita, kesenian kita yang juga merupakan warisan budaya dunia ini bisa digunakan menjadi bagian penting untuk mengembangkan peradaban dunia yang lebih baik,” imbuhnya.

Menurutnya, pelestarian seni dan budaya, mulai dari wayang, tari, hingga media seni modern memiliki nilai filosofi yang mampu menjadi landasan bagi pengembangan peradaban global.

“Setiap seni, setiap kultur, setiap budaya itu pasti ada filosofinya. Ada filosofi tata kerama dalam suatu kebudayaan, dalam suatu wilayah. Dan tata kerama, filosofi hidup inilah yang kemudian bisa digunakan menjadi landasan untuk pengembangan peradaban global,” tandasnya.

Rektor UB bersama UNESCO Chair. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Lebih lanjut, Dekan Institute for Cultural Industries Peking University sekaligus pakar kebijakan budaya UNESCO, Prof. Dr. Yong (Hardy) Xiang, mengatakan bahwa kerja sama dengan UB diarahkan untuk membangun UNESCO Workstation yang berfungsi sebagai pusat pelatihan, konsultasi, penyelenggaraan festival, dan konferensi.

“Tujuannya adalah mendukung masyarakat, terutama anak muda yang bergerak di bidang pendidikan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa workstation ini akan fokus pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan di sektor budaya, seni, media, dan bidang edukasi lainnya.

“Workstation ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitarnya, khususnya di Malang Raya,” tambahnya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya UB, Sahiruddin, S.S., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa FIB sedang memperluas jejaring budaya melalui konsep sister village. Program ini akan diterapkan di Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.

“Sama seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang, kami sedang merancang sister village. Lalu beberapa desa di Kabupaten Malang dan Kota Malang sudah direkomendasikan untuk masuk jejaring UNESCO,” pungkasnya.