Reportasemalang – Komisi C DPRD Kota Malang didampingi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) meninjau persiapan akhir pembangunan Jalan Pasar Gadang, Kamis (7/5/2026).
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, mengatakan proyek tersebut penting untuk mengembalikan fungsi jalan yang selama puluhan tahun berubah menjadi area lapak pedagang.
“Ini penting sekali untuk mengembalikan fungsi jalan yang awalnya sudah puluhan tahun berubah fungsi. Jalan ini nantinya kembali menjadi penghubung konektivitas antarwilayah, baik kota, kabupaten, maupun antarkecamatan,” ujarnya.
Anas mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Malang yang dinilai mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam proses relokasi pedagang Pasar Gadang.
Ia juga mengapresiasi para pedagang yang dinilai kooperatif demi mendukung penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur kota.
“Kami mengapresiasi pemerintah kota yang melakukan relokasi secara humanis dan persuasif. Kami juga berterima kasih kepada para pedagang yang proaktif dan bekerja sama demi perbaikan Kota Malang,” katanya.

Berdasarkan informasi dari DPUPRPKP, ruas jalan yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 674 meter. Pembangunan dilakukan untuk menghubungkan kawasan Jembatan Gadang Bumiayu hingga Gadang.
Nantinya, jalan tersebut akan memiliki tiga ruas, yakni dua ruas dua arah dengan konstruksi cor beton dan satu ruas di jalur lama Jalan Pasar Gadang.
Saat ini proyek masih memasuki tahap lelang pengadaan. Anas menyebut proses tersebut ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026 sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai awal Juni mendatang.
“Karena kondisi jalan cukup panjang, estimasi pengerjaan sekitar enam bulan. Harapannya akhir tahun, sekitar November atau Desember, pembangunan sudah selesai,” jelasnya.
Ia menambahkan, proyek pembangunan Jalan Pasar Gadang sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu. Namun saat itu pengerjaan belum dapat dilakukan karena proses relokasi pedagang belum tuntas.
“Alhamdulillah tahun ini akhirnya bisa dieksekusi setelah sekitar 20 tahun lebih,” ungkapnya.
Meski fokus utama Komisi C berada pada pembangunan infrastruktur jalan, DPRD juga memastikan proses relokasi pedagang tetap berjalan dengan baik dan manusiawi.
Anas menyebut masih terdapat sekitar 20 meter area yang belum direlokasi dan ditargetkan selesai pada pekan depan.
“Rencananya hari Senin mulai direlokasi. Setelah ruas paling ujung selesai dikosongkan, pengerjaan jalan sudah bisa dimulai,” pungkasnya.