6 Juli 2026

Dosen Polinema Latih PKK Desa Talok Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi dan Sabun Bernilai Ekonomi

Dosen Polinema Latih PKK Desa Talok Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi dan Sabun Bernilai Ekonomi
Dosen Polinema bersama peserta pelatihan

Bagikan :

Reportasemalang – Minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah ternyata memiliki potensi ekonomi yang tinggi apabila diolah secara tepat. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang (Polinema) memberikan pelatihan kepada anggota PKK Desa Talok RT 02 RW 02, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, untuk mengolah minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan dan bernilai jual.

Kegiatan yang mengusung tema pemanfaatan minyak jelantah ini dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026. Program pengabdian dikemas dalam dua kegiatan utama, yaitu Bimbingan Teknis Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Bahan Baku Scented Candle Bernilai Ekonomi pada PKK Desa Talok RT 02 RW 02 dan Workshop Pembuatan Sabun Padat Ramah Lingkungan Berbasis Minyak Jelantah pada PKK Desa Talok RT 02 RW 02. Tim pelaksana kegiatan pertama terdiri atas Mutia Devi Hidayati, S.Si., M.Si., Wahyuni Ningsih, S.Si., M.Si., Rofiq Hamzah, S.Pd.I., M.Pd., Ria Lusiyani, S.Pd., M.A., Anang Takwanto, S.T., M.T., dan Steella Ilham Isnaini, S.T., M.T. Sementara kegiatan workshop sabun padat dipimpin oleh Rucita Ramadhana, S.T., M.T., Arief Rahmatulloh, S.Si., M.Si., Dr. Susanto, S.Pd., M.Sc., Dr. Zakijah Irfin, S.T., M.T., Dr. Ade Sonya Suryandari, S.T., M.T., M.Sc., dan May Kurnia Pratiwi, S.TP., M.Eng.

Ketua PKK RT 02 RW 02 Desa Talok, Inun Khurriyyah, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan dan kesehatan. Selanjutnya, peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pengolahan minyak jelantah menjadi scented candle (lilin aromaterapi) dan sabun padat ramah lingkungan.

Workshop sabun padat

Koordinator lokasi pelaksanaan program ini yaitu May Kurnia Pratiwi, S.TP., M.Eng., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong masyarakat untuk menerapkan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Minyak jelantah yang biasanya dibuang begitu saja sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat mengembangkan keterampilan baru sekaligus membuka peluang usaha berbasis lingkungan,” ujarnya.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah, program ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal pembentukan usaha mikro berbasis produk ramah lingkungan di Desa Talok. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik Negeri Malang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, anggota PKK Desa Talok tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menghasilkan produk yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.