Reportasemalang – Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) membuktikan bahwa lulusan Jurusan Biologi tidak hanya berkarier sebagai pengajar. Salah satunya adalah Tri Santoso, alumni Program Studi S1 Biologi angkatan 1995, yang kini sukses meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Saat ini, Tri Santoso menjabat sebagai Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang. Pencapaiannya tersebut sekaligus mematahkan anggapan umum bahwa lulusan Biologi hanya memiliki peluang kerja sebagai guru atau dosen.
Ditemui usai memberikan kuliah umum di Departemen Biologi FMIPA UB, Tri menuturkan bahwa ketertarikannya terhadap ilmu alam telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Ketertarikan tersebut semakin menguat ketika ia menempuh pendidikan di sekolah menengah atas (SMA) dan mendalami mata pelajaran Biologi.
“Dengan mempelajari Biologi, hasrat saya untuk menggali ilmu tentang makhluk hidup dapat tersalurkan,” ujar Tri, Senin (23/2).
Atas dasar ketertarikan tersebut, ia kemudian memutuskan memilih Jurusan Biologi Universitas Brawijaya untuk memperdalam ilmu tentang kehidupan. Setelah lulus, Tri mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Malang.
“Awalnya saya juga berpikir lulusan Biologi hanya bisa menjadi guru,” ungkapnya.
Namun, ia bersyukur dapat diterima sebagai PNS, terlebih bidang pekerjaan yang dijalani masih berkaitan erat dengan makhluk hidup dan lingkungan. Menurutnya, hal tersebut membuat ilmu yang diperoleh selama kuliah tetap relevan dan aplikatif dalam dunia kerja.
Terkait peluang kerja bagi alumni Biologi, Tri menekankan pentingnya memahami arah kebijakan pembangunan pemerintah. Menurutnya, ketika pemerintah menetapkan isu lingkungan sebagai prioritas pembangunan, maka kebutuhan sumber daya manusia di bidang tersebut akan semakin terbuka lebar.
“Ketika pemerintah fokus pada pengendalian pencemaran lingkungan, kebijakan dan tata kelola pembangunan juga akan mengarah ke sana,” jelasnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda, khususnya siswa SMA, agar cermat dalam memilih program studi sesuai dengan kebutuhan dan arah pembangunan nasional. Hal tersebut penting agar setelah lulus kuliah tidak berujung menjadi pengangguran terdidik.
Meski demikian, Tri optimistis lulusan program studi di bawah naungan Fakultas MIPA memiliki prospek kerja yang baik. Pasalnya, berbagai kebijakan pemerintah saat ini banyak berangkat dari persoalan lingkungan dan keberlanjutan bumi.
“Dengan catatan, kurikulum Biologi harus terus mengikuti perkembangan kebijakan dan ilmu dasarnya dapat diterapkan secara nyata, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.