7 Maret 2026

Wujudkan Birokrasi Bersih dan Melayani, FTAB UB Pertahankan Predikat WBBM Sejak 2019

Wujudkan Birokrasi Bersih dan Melayani, FTAB UB Pertahankan Predikat WBBM Sejak 2019
Rektor UB bersama Dekan FTAB

Bagikan :

Reportasemalang – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB UB) kembali meraih sekaligus mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., mengatakan, implementasi Zona Integritas (ZI) dalam aktivitas akademik di lingkungan kampus merupakan wujud nyata dukungan terhadap visi pembangunan nasional.

“Zona Integritas melampaui angka-angka di atas kertas. Ini adalah langkah berkelanjutan untuk merawat kepercayaan masyarakat. Kami memastikan tata kelola anggaran di UB bertransformasi menjadi pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi hasil,” ujar Prof. Widodo, Jumat (13/2/2026).

Mantan Dekan FMIPA tersebut menjelaskan bahwa konsistensi UB dalam meraih penghargaan ini telah dimulai sejak tahun 2019.

Menurutnya, keberhasilan FTP mempertahankan predikat tertinggi ini selama lima tahun berturut-turut membuktikan bahwa perubahan budaya kerja di UB merupakan komitmen permanen, bukan sekadar tren sesaat.

“Standarisasi WBBM adalah predikat tertinggi. Ini berarti FTP tidak hanya ‘bersih’ dari korupsi, tetapi juga ‘melayani’ dengan standar prima,” tambahnya.

Namun demikian, menurut Prof Yusuf, untuk meraih dan mempertahankan predikat WBBM memang tidak mudah. Harus mengubah budaya, kultur kerja, kultur melayani.

“Untuk itu saya juga membuka diri mengajak teman-teman media juga, masyarakat secara umum bisa memberikan saran-saran untuk terus kita memperbaiki. Sehingga Perguruan Tinggi betul-betul menjadi tempat untuk belajar bagi generasi muda. Tempat belajar untuk menimba ilmu dan juga belajar untuk mengembangkan kapasitas dan integritas,” tandasnya.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan

Sementara itu, Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari perjalanan transformasi digital dan penguatan integritas yang dimulai sejak tahun 2019. Ia memaparkan tiga poin utama capaian yang dilaporkan kepada KemenPAN-RB.

Pertama, mengenai evaluasi lima tahun pasca-meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). FTP melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) pada enam area perubahan, khususnya pada penguatan kualitas pelayanan publik yang inklusif dan responsif.

Kedua, penciptaan inovasi unggulan berupa ekosistem birokrasi yang meminimalkan interaksi tatap muka guna menutup celah maladministrasi.

“Digitalisasi total dilakukan melalui aplikasi terintegrasi untuk layanan persuratan, akademik, hingga keuangan. Kami juga menyediakan fasilitas bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia sebagai standar wajib WBBM,” kata Prof. Yusuf.

Ketiga, memberikan dampak nyata bagi mahasiswa dan pemangku kepentingan (stakeholder). Hal ini tercermin dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mengalami kenaikan signifikan hingga mendekati skala sempurna (Skala 4). Selain itu, terjadi efisiensi waktu administrasi yang semula membutuhkan waktu harian menjadi hitungan jam atau menit.

Prof. Yusuf menegaskan bahwa WBBM bukanlah titik akhir, melainkan standar baru dalam pelayanan. Pihaknya berkomitmen untuk menularkan semangat “Bersih Melayani” ke fakultas lain di lingkungan Universitas Brawijaya.

“Jika WBK adalah bukti bahwa kami jujur, maka WBBM adalah bukti bahwa kami bekerja nyata untuk memudahkan urusan masyarakat,” pungkasnya.