Event Malang Fashion Fest (MFF) 2026 digelar di Mall City Point (MCP) Kota Malang selama 2 hari yaitu tanggal 14 dan 15 Februari 2026. Event ini diselenggarakan oleh Torilla Management dan merupakan pergelaran keempat pada tahun 2026, dari awal event dimulainya MFF pada tahun 2023.
Tema yang diambil dalam Malang Fashion Fest (MFF) tahun ini adalah DIMENSION, yang memiliki makna bahwa Fashion yang ada di Kota Malang bisa merangkul dan menjangkau berbagai kalangan yang ada di masyarakat.
Sejumlah ratusan peserta fashion maupun desainer turut hadir dalam gelaran event ini, tidak hanya dari berasal kawasan Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu), namun juga dari berbagai kota yang ada di Indonesia.
Eko Susilo selaku Founder dari MFF ini dalam sambutannya mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun keempat dalam penyelenggaraan Malang Fashion Fest 2026 dengan mengambil tema “DIMENSION” yang memiliki arti keberagaman.
“Acara ini tidak hanya dihadiri desainer lokal saja, namun juga dihadiri oleh para desainer tingkat nasional”, ungkap Eko.
Pada hari kedua gelaran acara ini nantinya bakal dihadiri oleh salah satu tokoh yang terkenal dalam dunia fashion dan model di Indonesia, yakni Ivan Gunawan.
Apresiasi juga diberikan kepada peserta, para desainer dari berbagai Kota di Indonesia dan pelaku UMKM yang sudah mendukung dalam kegiatan kali ini.
“Kita sudah membuktikan bahwa karya-karya dari para desainer muda, sangat bisa diandalkan”, kata Eko.

Eko Susilo, Founder Malang Fashion Fest. (Doc. MF).
Beberapa pejabat daerah turut diundang dalam pembukaan acara hari ini antara lain Walikota Malang, Kadiskominfo Kota Malang, Kadisporapar Kota Malang, Kadiskopindag Kota Malang, hingga Kepala BKAD Kabupaten Malang.
Walikota Malang, Wahyu Hidayat dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi adanya kegiatan event MFF 2026 ini, dan dianggap sebagai bagian dari ekonomi kreatif, termasuk juga para pelaku UMKM.
Menurut Wahyu, Kota Malang sendiri pada saat ini sudah dijadikan sebagai tolak ukur kesuksesan dalam industri ekonomi kreatif, khususnya dalam industri fashion yang ada di Indonesia.
“Kita ingin memfasilitasi UMKM yang ada di Kota Malang, terutama dalam bidang fashion”, tutur Wahyu.
Kota Malang sendiri saat ini sudah dikenal dengan Kota yang memiliki desainer-desainer muda potensial hingga berbagai macam fashionnya yang sudah dikenal secara luas. Belum lagi potensi dalam para pelaku UMKM dalam mendukung industri fashion sehingga membuat Kota Malang dapat dikenal hingga tingkat nasional.

Salah satu peserta Malang Fashion Fest 2026. (Doc. MF)
Sebagai bagian dari bentuk ekonomi kreatif yang telah dikenal secara luas di penjuru Indonesia, maka tentunya Kota Malang dijadikan sebagai salah satu tolak ukur dan tujuan wisata dalam dunia fashion. Hal tersebut juga menjadi bagian dari Visi Misi Pemkot Malang sendiri yaitu Ngalam Laris.
Dalam pemaparannya, Wahyu Hidayat menjelaskan arti dibalik kata “Dimension” itu sendiri sebagai tema dalam acara MFF 2026 yang bermakna bahwa secara umum fashion ini harus bisa menjangkau berbagai elemen yang ada di masyarakat.
“Fashion ini tidak hanya dikenal kalangan atas saja, namun juga dapat dikenal oleh kalangan menengah ke bawah”, ungkap Wahyu.
Wahyu mengatakan bahwa saat ini desainer-desainer yang ada di Kota Malang saat ini sudah mampu bersaing secara kualitas, dan produk-produk UMKM-nya sudah banyak diminati oleh masyarakat yang ada di Indonesia.
Di akhir sambutan, Walikota Malang ini mengajak kepada seluruh peserta, para desainer, hingga pelaku UMKM, agar menjadikan ajang ini sebagai bentuk kolaborasi dan eksplorasi kreativitas untuk menciptakan daya saing tinggi.
“Mari wujudkan Kota Malang sebagai industri kreatif yang mampu berdaya saing tinggi”, pungkasnya.