5 Agustus 2026

Universitas Ma Chung dan Pemkot Malang Perkuat Kolaborasi di Bidang Kesehatan

FBiPK UB Gandeng PT Advanta Seeds Indonesia, Bekali Mahasiswa Hadapi Karier
Rektor Universitas Ma Chung dan Wali Kota Malang

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Ma Chung dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang kesehatan, Rabu (5/8/2026). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor berbasis konsep pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, ruang kolaborasi yang dibuka Pemkot Malang memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dekan FBiPK Universitas Brawijaya, Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D.

Usai penandatanganan nota kesepahaman, Prof. Yufra menjelaskan bahwa Universitas Ma Chung saat ini memprioritaskan penguatan sektor kesehatan melalui pengembangan Program Pendidikan Profesi Apoteker.

“Melalui program ini, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam praktik dan pelayanan kesehatan di rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Saat ini Indonesia, termasuk Kota Malang, masih membutuhkan tambahan tenaga profesional di bidang apoteker,” ujarnya.

Selain memperkuat pendidikan profesi, Universitas Ma Chung juga mengembangkan berbagai program pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Salah satunya melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang rutin diselenggarakan setiap akhir pekan di ruang publik, seperti kawasan Car Free Day (CFD) dan Lapangan Rampal.

Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lansia hingga generasi muda, sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan.

Tak hanya itu, Universitas Ma Chung juga memperluas kontribusinya melalui Program Studi Optometri dengan mengadakan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi anak-anak.

Menurut Prof. Yufra, program tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya kasus gangguan penglihatan pada usia dini yang dapat memengaruhi proses belajar dan literasi anak.

“Dulu kacamata identik dengan orang tua, tetapi sekarang banyak anak-anak yang sudah membutuhkan kacamata. Karena itu, kesehatan mata menjadi bagian penting dalam mendukung kemampuan literasi dan perkembangan mereka,” katanya.

Ia berharap sinergi antara Universitas Ma Chung, Pemkot Malang, dan masyarakat dapat terus diperkuat serta diperluas ke berbagai sektor pembangunan lainnya.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kota Malang,” pungkasnya.