18 Mei 2026

Simak, Dibalik Makna Tema dan Logo HUT Kota Malang ke-112 Yang Telah Diresmikan oleh Walikota Malang

Walikota Malang, Wahyu Hidayat dalam memberikan sambutan. (Ist.)

Bagikan :

Reportasemalang.com – Penentuan tema dan Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang resmi diluncurkan di Ruang Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Kamis (11/3/2025) setelah melalui berbagai tahapan seleksi.

Kegiatan peresmian logo HUT Kota Malang ke-112 ini dilakukan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso. Logo HUT ke-112 Kota Malang merupakan hasil sayembara lomba desain yang diselenggarakan Pemkot Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang.

Proses seleksi yang dilakukan melewati tahapan yang cukup panjang karena logo terpilih akan merepresentasikan tema besar peringatan tahun ini, yakni “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”.

Acara peresmian tema dan logo HUT ke-112 Kota Malang ini turut dihadiri oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Arti Dibalik Slogan “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”

Walikota Malang, Wahyu Hidayat lalu menjelaskan bahwa terdapat arti dalam ungkapan kata “Ngalam Melintas” ini yang memberikan gambaran perjalanan panjang Kota Malang yang telah melalui berbagai masa, mulai dari era kolonial hingga berkembang menjadi kota yang maju seperti saat ini.

“Perjalanan Kota Malang tidak instan. Kota ini telah melintasi berbagai zaman, termasuk masa kolonial yang juga menjadi bagian dari sejarah Malang,” kata Wahyu menyampaikan.

Sementara itu, dalam kata “Bergerak Tuntas” memiliki arti sebagai bentuk dari komitmen Pemerintah Kota Malang untuk terus bergerak menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan secara menyeluruh.

“Kalau kita tidak bergerak, kita tidak akan bisa menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Karena itu kita harus bergerak dan menuntaskan berbagai hal yang menjadi pekerjaan rumah kota ini,” katanya.

Penyematan pin, tanda diresmikannya peluncuran logo HUT Kota Malang ke-112.

Adapun “Mbois Berkelas” sudah menjadi simbol hasil dari representasi dari visi dan misi kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang untuk mewujudkan Kota Malang sebagai kota yang maju, berkualitas, dan membanggakan masyarakatnya.

Selain itu, unsur kearifan lokal juga sangat kuat dalam desain logo tersebut. Mulai dari pemilihan warna kebiruan yang identik dengan identitas Malangan, hingga garis dan bentuk visual yang terinspirasi dari karakter lokal Kota Malang.

Dengan diluncurkannya logo dan tema HUT ke-112 Kota Malang, harapannya masyarakat dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya sekaligus turut merayakan hari jadi kota dengan penuh kebanggaan.

“Logo ini memiliki harapan besar yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat. Kita ingin masyarakat memahami perjalanan Kota Malang hingga usia ke-112 tahun ini, sekaligus memiliki harapan bersama agar Kota Malang menjadi kota yang semakin berkelas,” tutur Wahyu menjelaskan.

Seleksi Penetapan Logo

Proses penentuan logo diawali dengan terlebih dahulu menetapkan tema tentang peringatan hari jadi. Setelah itu dibuka pendaftaran sayembara lomba desain yang diikuti oleh 40 peserta.

Seluruh karya yang masuk akan dilakukan melalui tajap verifikasi terlebih dahulu sebagai langkah awal sebelum masuk tahap berikutnya. Pada tahapan seleksi, akan dilakukan proses pemilihan mana logo yang benar-benar layak dan mewakili dengan tema HUT Kota Malang yang ke-112 ini hingga akhirnya dipilih menjadi sepuluh besar.

Dari finalis sepuluh besar ini dilakukan seleksi lagi hingga kemudian menjadi lima besar, dan akhirnya terpilih tiga finalis terbaik sebelum ditetapkan hanya satu pemenang.Penilaian karya dilakukan oleh tim dewan juri yang terdiri dari Andreas Syah Pahlevi (akademisi), Dimas Fakhrudin (Ketua ADGI Chapter Malang), dan Kukuh Anjasmara (pemenang lomba logo HUT ke-111 Kota Malang).

Dalam proses kurasi dan pendampingan desain juga melibatkan dewan kurator serta tenaga ahli dari kalangan akademisi dan praktisi desain yang bertugas memastikan kualitas desain tetap terjaga sekaligus memilih karya terbaik.Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa penentuan logo HUT ke-112 Kota Malang merupakan hasil kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Malang dan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI).

“Ini kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Malang dengan ADGI. Prosesnya tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi akhirnya kita dapat menetapkan logo Hari Jadi Kota Malang ke-112 yang sarat makna dan cerita,” jelasnya.