15 April 2026

Polinema dan Politeknik Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Pengembangan Teaching Factory

Polinema dan Politeknik Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Pengembangan Teaching Factory
Kunjungan Politeknik Ketenagakerjaan ke kampus Polinema

Bagikan :

Reportasemalang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menerima kunjungan Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan, Prof. Dr. Sukro Wahab, M.Si. dan jajaran Pimpinan Politeknik Ketenagakerjaan yaitu Direktur Politeknik Ketenagakerjaan-Prof. Dr. Yoki Yulizar, M.Sc., Wakil Direktur I-Bambang Wardoyo, S.E., M.M., dan Wakil Direktur III-Faisal Rizza, SH., MH. pada Senin (5/1/2026) di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Gedung AA Lantai 2.

Kegiatan yang dihadiri Wakil Direktur I, II, dan III Polinema, Ketua dan Sekretaris Jurusan , Kepala UPA LUK dan dosen pengelola Teaching Factory (TEFA) Polinema dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke (TEFA) yang ada di Jurusan Administrasi Niaga, Akuntansi, Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Jurusan Teknik Kimia.

Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari upaya penguatan jejaring antarperguruan tinggi vokasi dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya pada implementasi pembelajaran berbasis praktik dan pengelolaan Teaching Factory yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja. Melalui forum ini, kedua institusi saling bertukar informasi, pengalaman, serta praktik baik dalam pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur I Polinema Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, S.T., M.T., Ph.D. IPM. menyampaikan apresiasi atas kunjungan Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan dan jajaran Pimpinan Politeknik Ketenagakerjaan serta menegaskan komitmen Polinema untuk terbuka dalam berbagi pengalaman dan kerja sama.

“Kegiatan benchmarking ini menjadi ruang strategis untuk saling belajar dan memperkuat sinergi antarperguruan tinggi vokasi. Polinema sangat terbuka untuk berbagi pengalaman, khususnya dalam pengelolaan TEFA yang terintegrasi dengan proses pembelajaran, keterlibatan industri, serta penguatan kompetensi lulusan,” ungkapnya.

Penyerahan cinderamata

Sesi diskusi yang berlangsung di Ruang Rapim membahas berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola TEFA, implementasi kurikulum berbasis industri, peran dosen dan instruktur praktik, hingga pemanfaatan sarana dan prasarana sebagai pendukung pembelajaran berbasis produksi.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan pertukaran pandangan dan pengalaman dari Wakil Direktur 1 Polinema juga menekankan bahwa TEFA memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri.

“Teaching Factory bukan hanya sarana praktik bagi mahasiswa, tetapi juga media pembelajaran yang menanamkan budaya kerja industri, meningkatkan soft skills, serta membentuk lulusan yang siap kerja, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan industri,” tambahnya.

Dalam kunjungan ke TEFA, rombongan Politeknik Ketenagakerjaan berkesempatan melihat secara langsung proses pembelajaran berbasis produksi, sistem pengelolaan TEFA, serta keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam menghasilkan produk dan jasa yang sesuai dengan standar industri.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Polinema berharap dapat memperkuat hubungan kelembagaan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Politeknik Ketenagakerjaan, baik dalam pengembangan TEFA, peningkatan mutu pembelajaran vokasi, kolaborasi penelitian terapan, maupun program pengembangan sumber daya manusia. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polinema untuk terus berkontribusi dalam penguatan pendidikan vokasi di tingkat nasional.