Reportasemalang.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menerapkan teknologi tepat guna untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi UMKM Nio Eatery di Jilu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim Polinema menghadirkan oven berkapasitas lebih besar yang dilengkapi sistem kontrol suhu otomatis dan timer digital. Inovasi tersebut membuat kapasitas pemanggangan Nio Eatery meningkat hingga 100 persen sekaligus memangkas waktu produksi hingga 50 persen.
Nio Eatery merupakan UMKM yang memproduksi berbagai olahan kue, roti, dan pizza. Sebelum mendapatkan teknologi tersebut, proses pemanggangan masih mengandalkan oven listrik skala rumah tangga berkapasitas 12 liter.
Dalam satu siklus, oven tersebut hanya mampu menampung dua loyang. Pengaturan suhu dan waktu juga dilakukan secara manual sehingga proses pemanggangan membutuhkan pengawasan operator secara terus-menerus.
Kondisi itu membuat proses produksi berlangsung lebih lama. Selain itu, tingkat kematangan produk belum selalu seragam.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim PkM Polinema merancang dan menerapkan oven berkapasitas 35 liter.
Oven baru tersebut mampu menampung hingga empat loyang dalam satu siklus pemanggangan. Dengan demikian, kapasitas pemanggangan meningkat dari dua menjadi empat loyang atau bertambah 100 persen dalam setiap siklus.
Tidak hanya berkapasitas lebih besar, oven juga dilengkapi sistem kontrol suhu otomatis berbasis sensor suhu dan timer digital terintegrasi.
Teknologi tersebut memungkinkan suhu di dalam ruang oven dipertahankan sesuai pengaturan. Sementara itu, timer digital akan menghentikan proses pemanggangan secara otomatis ketika waktu yang ditentukan telah tercapai.
Dengan sistem tersebut, operator tidak perlu melakukan pemantauan secara manual sepanjang proses pemanggangan.
Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan penerapan teknologi memberikan dampak positif terhadap proses produksi Nio Eatery. Selain peningkatan kapasitas, waktu produksi dapat dipangkas hingga 50 persen.
Sistem kontrol suhu dan timer juga membantu meningkatkan keseragaman tingkat kematangan produk serta mengurangi risiko kesalahan akibat pengoperasian secara manual.
Penerapan teknologi tidak berhenti pada pemberian alat. Tim PkM Polinema juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pemilik serta karyawan Nio Eatery.
Pelatihan yang dilaksanakan pada 4 Juni 2026 tersebut mencakup pengoperasian kontrol suhu, pengaturan waktu menggunakan timer digital, prosedur keselamatan kerja, hingga perawatan dan pembersihan oven.
Mitra juga diberikan kesempatan melakukan praktik secara langsung agar mampu mengoperasikan dan merawat teknologi secara mandiri.
Ketua tim PkM, Dinda Ayu Permatasari, S.ST., M.T., bersama tim dosen Jurusan Teknik Elektro Polinema dan mahasiswa terlibat dalam keseluruhan proses, mulai dari perancangan, pembuatan, pengujian, implementasi, hingga pendampingan teknologi.
Kegiatan tersebut berlangsung pada periode Maret hingga Agustus 2026 dengan Nio Eatery sebagai mitra sasaran.
Keterlibatan aktif mitra menjadi salah satu faktor penting agar teknologi yang diterapkan dapat digunakan secara berkelanjutan dalam aktivitas produksi sehari-hari.
Selain meningkatkan kapasitas dan efisiensi, penerapan oven berbasis kontrol suhu dan timer diharapkan membuat proses produksi Nio Eatery semakin terukur.
Mitra bahkan berencana mendokumentasikan kombinasi suhu dan waktu yang telah teruji untuk setiap jenis produk. Data tersebut nantinya dapat digunakan sebagai standar produksi internal.
Langkah tersebut diharapkan membuat proses pemanggangan lebih konsisten sekaligus memudahkan operator menghasilkan produk dengan tingkat kematangan yang relatif seragam.
Bagi Polinema, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi perguruan tinggi dengan UMKM melalui PkM tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas Nio Eatery, tetapi juga memperkuat daya saing usaha melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.
Penerapan teknologi yang sederhana tetapi tepat sasaran menjadi bukti bahwa inovasi perguruan tinggi dapat memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM dan mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.


