30 April 2026

Cetak Generasi Berwawasan Global, Santri PPI AMF Raih Best Paper di Ajang MUN 2025

Cetak Generasi Berwawasan Global, Santri PPI AMF Raih Best Paper di Ajang MUN 2025
Santri PPI AMF

Bagikan :

Reportasemalang – Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Muhammad Kuffih Taqiyyudin mendapatkan predikat best position paper dalam ajang Brawijaya Model United Nations (MUN) 2025. Raihan yang dimenangkan akhir Oktober lalu ini menjadi bukti komitmen PPI AMF dalam mencetak generasi berwawasan global.

Muhammad Kuffih Taqiyyudin berhasil meraih penghargaan Best Position Paper sebagai delegasi Jepang dalam bidang ECOSOC (Economic and Social Council). Makalah yang dibuat santri yang disapa Taqi ini mengangkat pernyataan Jepang.

“Saya mengangkat tema berkaitan dengan peran dan tanggapan Jepang dalam membantu pemulihan ekonomi pascabencana,” jelas santri SMA Abdul Malik Fadjar tersebut saat ditemui di PPI AMF, beberapa waktu lalu.

Taqi mengatakan, makalah yang ia tulis wajib menggunakan bahasa Inggris baku. Oleh karena itu, situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi santri asal Malang ini. Ditambah lagi, ini menjadi pengalaman pertama Taqi dalam mengikuti ajang tersebut.

Menurut Taqi, tantangan tersebut berhasil dihadapi berkat persiapan yang diberikan PPI AMF.

“Dengan bantuan dari pembina, Ustadz Iqbal dan narasumber yang didatangi oleh Ustadzah Wilda, saya akhirnya jadi bisa menerka-nerka,” ucapnya.

Sebelum ditetapkan sebagai perwakilan Jepang dalam ajang MUN, Taqi sebelumnya memilih dua negara saat pendaftaran, yakni Kanada dan Jepang. Setelah itu, barulah ditetapkan bahwa dia menjadi perwakilan Jepang dalam MUN 2025. Taqi mengaku sengaja memilih negara-negara tersebut dalam ajang MUN. Dia lebih mengutamakan negara yang tidak terlalu problematik tetapi punya turut andil menangani ekonomi dan sosial.

Wakil Kepala Sekolah PPI AMF Bidang Kesiswaan, Iqbal Alfian Rusydi mengatakan, pada kegiatan ini, para peserta berperan sebagai delegasi negara dalam simulasi sidang PBB. Adapun tema yang diangkat oleh MUN tahun ini adalah “Strengthening Diversity Response in Handling Humanitarian Crises.PPI AMF mengirim sekitar 14 orang dari jenjang SMA. Dari jumlah tersebut, 11 santri mengikuti secara daring sedangkan lainnya mengikuti secara luring di Hotel Rayz UMM. Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih dua hari.

Iqbal berharap partisipasi para santri dalam ajang ini dapat membentuk pemimpin berwawasan global yang berani berbicara di forum internasional. Mereka yang ikut MUN dapat bersosialisasi dengan peserta luar negeri. Ke depannya, kemampuan public speaking juga meningkat termasuk dalam berbahasa Inggris.

Salah seorang peserta MUN dari PPI AMF, Thaariq El Haq Bahtiar juga mengungkapkan hal sama. Kegiatan MUN dianggap dapat melatih kemampuan public speaking. Apresiasi terkait kegiatan MUN juga muncul dari santri PPI AMF lainnya, Khairunnisa Aqila Nurrahima. Ia mengaku terkesan dan ajang tersebut menjadi hal yang tidak akan mudah untuk dilupakan. Sebab, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama baginya. (*)