Reportasemalang – Perumda Tirta Kanjuruhan segera memulai langkah penting dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Melalui transformasi sistem pembayaran tagihan air menjadi 100% non-tunai.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi mengatakan,
inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan berbasis digital.
Meskipun saat ini telah tersedia kanal-kanal pembayaran digital seperti virtual account, PPOB, ATM, dan e-wallet, namun budaya pembayaran secara tunai masih sangat kuat di kalangan pelanggan. Dimana ada sekitar 50% pelanggan yang masih membayar langsung ke loket atau menunggu kolektor datang ke rumah.
“Hanya saja sistem tunai ini justru menimbulkan berbagai tantangan. Seperti biaya operasional tinggi, risiko pengelolaan uang tunai, hingga keterlambatan pelaporan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Syamsul, transformasi 100% non-tunai saat ini memang belum dilaksanakan penuh, tetapi mulai disiapkan dari sekarang. Salah satu kuncinya adalah membentuk jaringan pembayaran non tunai berbasis komunitas yang disebut Collector Agen Kanjuruhan Pay (CAK PAY).
“CAK PAY adalah mitra resmi yang nantinya akan membantu pelanggan membayar tagihan menggunakan aplikasi Griya Bayar. Menerima fee resmi dari perusahaan. Serta bertugas sebagai penghubung antara pelanggan dan sistem pembayaran online Perumda Tirta Kanjuruhan mengajak masyarakat umum dan kolektor lama untuk ikut serta dalam program ini,” urainya.
Masyarakat dapat mendaftarkan diri menjadi calon CAK PAY melalui Unit Pelayanan terdekat. Dengan membawa KTP, nomor HP aktif, dan siap mengikuti pelatihan.
Transformasi ini bukan hanya soal digitalisasi. Ini tentang memberdayakan masyarakat lokal dan mempercepat pelayanan.
“CAK PAY akan menjadi ujung tombak pelayanan yang lebih bersih dan modern. Kami menantikan partisipasi anda untuk menjadi bagian dari perubahan besar di pelayanan air minum Kabupaten Malang,” pungkasnya.