30 April 2026

Wisata Sumber Jenon Tajinan Malang, Menyimpan Legenda Mbah Wirogati dan Mata Air Kehidupan

Bagikan :

Oleh: Gloria Natasya Paskalis (Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Merdeka Malang)

Reportasemalang – Wisata alam Sumber Jenon yang terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, tidak hanya dikenal karena kejernihan mata airnya, tetapi juga karena cerita sejarah dan legenda masyarakat yang menyertainya. Kisah ini diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih dipercaya serta dihormati oleh warga setempat.

Menurut cerita rakyat yang berkembang, Sumber Jenon bermula dari kehidupan seorang tokoh bernama Mbah Wirogati yang tinggal bersama istrinya, Irogati, di kawasan persawahan. Di dekat tempat tinggal mereka terdapat mata air kecil yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga dan pengairan sawah.

Namun, suatu ketika musim paceklik melanda. Mata air tersebut perlahan mengering, membuat Mbah Wirogati merasa cemas akan keberlangsungan hidup dan pertanian di sekitarnya. Berangkat dari kegelisahan itu, ia kemudian memutuskan untuk mencari sumber mata air baru demi menyelamatkan sawah dan kehidupan warga.

Dalam pencariannya di kawasan hutan, Mbah Wirogati menemukan sebuah pohon besar bernama pohon jenu. Ia kemudian bertapa di sekitar pohon tersebut dalam waktu yang tidak diketahui lamanya. Hingga pada suatu hari, badai besar datang menerjang, menyebabkan pohon jenu roboh dari arah selatan ke utara.

Dari robohan pohon jenu itulah kemudian muncul mata air baru yang sangat deras. Aliran air tersebut mengalir hingga ke sebuah gua di sekitarnya, membuat hewan-hewan yang berada di dalam gua keluar. Masyarakat meyakini hewan tersebut berupa singa putih, yang dianggap sebagai simbol penjaga kawasan tersebut.

Karena derasnya aliran air, gua dan tempat pertapaan Mbah Wirogati akhirnya tergenang sepenuhnya oleh mata air baru. Sejak saat itu, kawasan tersebut dikenal dengan nama Sumber Jenon, yang berasal dari pohon jenu sebagai awal munculnya mata air.

Ketua BUMDes selaku pengelola wisata, Pak Soleh, mengatakan bahwa cerita sejarah ini menjadi bagian penting dari identitas Wisata Sumber Jenon.

“Legenda Mbah Wirogati ini bukan sekadar cerita, tetapi menjadi nilai budaya yang kami jaga. Dari sumber air inilah kehidupan masyarakat kembali berjalan, terutama untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Pak Soleh.

Pak Soleh juga menjelaskan bahwa mata air Sumber Jenon terus mengalir hingga ke area persawahan di sekitar tempat tinggal Mbah Wirogati dan Irogati, sehingga sawah yang sebelumnya kering akibat paceklik kembali subur dan dapat ditanami.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat juga menemukan fenomena unik di Sumber Jenon, yakni munculnya ikan sengkaring yang hidup secara alami di dalam mata air tersebut. Ikan ini dianggap sakral dan dihormati oleh warga setempat, hingga dijuluki sebagai “ikan dewa”. Hingga kini, masyarakat dilarang menangkap atau mengganggu keberadaan ikan tersebut.

Kini, Sumber Jenon tidak hanya menjadi sumber air kehidupan, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata alam dan wisata budaya yang menarik perhatian wisatawan.

Kejernihan air, suasana alami, serta kisah legenda Mbah Wirogati menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mengenal sejarah lokal Tajinan.