24 April 2026

Sport Physio UMM, Tim Sigap Penanganan Cedera Atlet di Arena Pertandingan

Sport Physio UMM, Tim Sigap Penanganan Cedera Atlet di Arena Pertandingan
Tim Sport Physio UMM

Bagikan :

Reportasemalang – Ancaman cedera olahraga kerap mengintai atlet di tengah pertandingan. Dalam hitungan detik, kondisi fisik atlet bisa berubah drastis jika tidak ditangani secara tepat. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Sport Physio sebagai layanan sigap penanganan cedera di lapangan.

Sport Physio UMM berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (HIMATERA) dan telah berkembang menjadi laboratorium terapan bagi mahasiswa. Perannya tidak sekadar pelengkap dalam pertandingan, melainkan menjadi penentu keselamatan atlet saat terjadi insiden.

Tim ini dituntut mampu mendeteksi secara cepat tanda-tanda kelelahan maupun cedera pada atlet. Saat terjadi kecelakaan di lapangan, mereka menjadi pihak pertama yang memberikan penanganan sekaligus menentukan apakah atlet dapat melanjutkan pertandingan atau harus dievakuasi untuk mencegah cedera yang lebih parah.

Eksistensi Sport Physio UMM terlihat dalam berbagai ajang olahraga, baik di lingkungan kampus maupun turnamen eksternal. Fokus utama mereka mencakup penguatan keilmuan, aspek kemanusiaan, serta penanganan kegawatdaruratan. Selain memberikan pertolongan saat insiden, tim juga melakukan pendampingan melalui teknik pemanasan seperti stretching dan taping sebelum pertandingan dimulai.

Ketua Komunitas Sport Physio UMM, Muhamad Abdilah Ibdaul Hakiki, menyampaikan bahwa kesiapan tim tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga mental.

“Kami rutin melakukan pembekalan materi dasar sport physiotherapy sebelum turun ke lapangan. Kesiapan alat medis juga kami pastikan, mulai dari tandu hingga coolant spray dan perban. Namun yang paling penting adalah kesiapan mental agar tetap tenang di bawah tekanan pertandingan,” ujarnya, Kamis (22/4/2026).

Sport Physio UMM saat memberikan perawatan kepada salah satu atlet

Sementara itu, Pembina Sport Physio UMM, Arys Hasta Baruna, S.Ft., M.Kes., menilai kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa dapat mengasah kemampuan clinical reasoning atau nalar klinis sebelum terjun ke dunia profesional.

“Mahasiswa belajar mengambil keputusan medis secara cepat sekaligus mengelola stres di tengah situasi yang penuh tekanan,” jelasnya.

Ke depan, Sport Physio UMM diharapkan dapat terus berkembang sebagai rujukan layanan fisioterapi lapangan di Jawa Timur. Selain mencetak tenaga medis yang kompeten secara teknis, komunitas ini juga diharapkan mampu menumbuhkan empati dalam melindungi keselamatan dan karier para atlet.

Dengan sinergi antara teori akademik dan praktik di lapangan, Sport Physio UMM berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang aman dan berprestasi di Indonesia.