25 April 2026

Kolaborasi MAC dan Kelurahan Penanggungan Hadirkan Posyandu Disabilitas Berbasis Layanan Nyata

Kolaborasi MAC dan Kelurahan Penanggungan Hadirkan Posyandu Disabilitas
Posyandu Disabilitas Kelurahan Penanggungan

Bagikan :

Reportasemalang – Malang Autism Center (MAC) berkolaborasi dengan Kelurahan Penanggungan, Kota Malang, menghadirkan Posyandu Disabilitas yang fokus pada pelayanan nyata, terjangkau, dan berkelanjutan. Sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Program ini ditujukan untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi warga disabilitas, mulai dari asesmen, pemetaan kondisi, hingga penanganan lanjutan seperti terapi dan fisioterapi.

Pendiri MAC, Mohammad Cahyadi menjelaskan, konsep posyandu disabilitas yang dijalankan kali ini tidak sekadar bersifat seremonial. Program dirancang dengan alur yang jelas, mulai dari pendataan hingga intervensi.

“Kami ingin program ini benar-benar berdampak, bukan sekadar kegiatan formal tanpa tindak lanjut,” tegasnya.

Melalui kerja sama ini, data penyandang disabilitas yang dimiliki kelurahan akan dipetakan lebih detail oleh tim MAC. Warga yang teridentifikasi dalam spektrum autisme akan diarahkan mengikuti program terapi di Omah Terapi Autis (OTA), khususnya bagi keluarga prasejahtera.

Di OTA, bagi mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu bisa mendapatkan terapi hingga lima jam per hari, Senin hingga Jumat. Dengan biaya semampunya dan seikhlasnya.

“Tentu harus ada surat rekomendasi dari Pak Lurah kalau warga ini benar-benar tidak mampu. Setelah itu mereka kita tampung dan berikan terapi di OTA,” jelasnya.

Pendiri MAC Mohammad Cahyadi dan Lurah Penanggungan Amanullah Abror

Selain itu, layanan fisioterapi juga disiapkan bagi warga disabilitas. Tim akan menentukan apakah terapi cukup dilakukan di rumah atau harus dilakukan di klinik Fisioterapi MAC di Sengkaling. Untuk masyarakat kurang mampu, biaya terapi diberikan potongan hingga 80 persen.

Dikatakan Cahyadi, MAC menyiapkan dua orang koordinator level. Satu orang khusus untuk assessment atau data mapping disabilitas yang datang ke sini, apakah spektrum autism atau tidak. Kemudian yang satunya lagi adalah koordinator untuk fisio.

“Karena untuk disabilitas tertentu seperti autism, cerebral palsi, down syndrome, itu pada dasarnya sangat membutuhkan fisioterapi. Dan tidak menutup kemungkinan juga disabilitas yang lainnya juga butuh fisioterapi,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Penanggungan, Amanullah Abror menyebut, posyandu disabilitas ini merupakan program baru yang mulai dijalankan pada 2026. Hingga saat ini, kegiatan telah berlangsung dua kali, yakni pada 11 April dan 25 April.

Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 40 warga penyandang disabilitas di wilayahnya dengan beragam jenis kebutuhan. Karena itu, pihak kelurahan berinisiatif membentuk posyandu khusus disabilitas.

“Selama ini di Penanggungan belum ada posyandu disabilitas, padahal anggaran untuk kelompok rentan yakni anak-anak, lansia, perempuan, dan disabilitas selalu tersedia setiap tahun,” katanya.

Program ini melibatkan kader posyandu serta pendamping atau wali dari penyandang disabilitas. Ke depan, kegiatan direncanakan berlangsung rutin setiap dua bulan sekali, atau enam kali dalam setahun.

Ia juga menilai kolaborasi dengan MAC menjadi langkah tepat karena lembaga tersebut memiliki kompetensi dalam penanganan autisme di Malang Raya.

“Kami percaya pada profesionalitas tim MAC. Program-programnya sangat membantu warga kami, terutama yang kurang mampu,” pungkasnya.