Reportasemalang – Memasuki usia ke-18 tahun, Universitas Ma Chung yang berlokasi di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, menegaskan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, mandiri, serta menjadi pilihan utama masyarakat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Stefanus Yufra M. Taneo, M.S., M.Sc., dalam perayaan Dies Natalis ke-18 sekaligus pengukuhan Guru Besar yang digelar di Gedung Pertiwi, Universitas Ma Chung, pada Senin (7/7/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Stefanus memaparkan capaian universitas selama tahun 2023 serta rencana strategis yang akan dijalankan hingga tahun 2027, seiring dengan masa jabatannya sebagai rektor.
Fokus utama tahun ini adalah pada penguatan sistem penjaminan mutu internal, peningkatan akreditasi program studi, efektivitas implementasi sistem penjaminan mutu, serta peningkatan jumlah publikasi ilmiah.
“Untuk mendukung misi strategis tersebut, aspek-aspek seperti kualifikasi akademik dosen tetap, jabatan akademik dosen tetap, waktu tunggu kerja lulusan, dan kesesuaian bidang kerja lulusan tidak bisa diabaikan,” ujarnya.
Secara khusus untuk tahun akademik 2024-2025, Universitas Ma Chung mengarahkan perhatiannya pada peningkatan komposisi dosen berdasarkan jabatan akademik dan tingkat pendidikan, penguatan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), pelatihan-pelatihan untuk dosen, pemanfaatan smartboard dan aplikasi digital dalam pembelajaran, serta kerja sama pelatihan dengan SEAMEO dan SEAMOLEC.
Saat ini, dari total dosen di Universitas Ma Chung, sebanyak 43 orang merupakan lulusan S2, 13 orang sedang menempuh pendidikan S3, dan 20 orang telah menyandang gelar doktor. Berdasarkan jabatan akademik, terdapat 21 tenaga penunjang, 23 asisten ahli, 25 lektor, 8 lektor kepala, dan 6 guru besar.
“Dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun ke depan, target kami adalah 10 hingga 15 persen dosen sudah menjadi Guru Besar,” tambah Prof. Stefanus.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini ada tiga dosen yang sedang dalam proses pengukuhan sebagai Guru Besar, yaitu Assoc. Prof. Dr. Kestrillia Rega Prilianti, S.Si., M.Si., Assoc. Prof. Windra Swastika, S.Kom., Ph.D. dari Prodi Teknik Informatika, serta Assoc. Prof. Dr. Eng. Leny Yulianti, S.Si., M.Eng.
Dalam hal prestasi, Universitas Ma Chung tercatat meraih peringkat 3 dalam Transaksi Efek Terbanyak BEI Award Jawa Timur tahun 2024, penghargaan sebagai Mitra Inklusi Pajak dari DJP Kanwil Jawa Timur III, serta Juara 3 dalam Kompetisi Jamu Youtube Competition pada ajang The First Jamu International Conference & Expo (JICE).
Untuk peningkatan mutu akademik, universitas juga menargetkan peningkatan status akreditasi program studi dari akreditasi Baik menjadi Baik Sekali, serta dari Baik Sekali menjadi Unggul.
Sebagai upaya menjadi institusi yang mandiri secara finansial, Universitas Ma Chung akan melakukan berbagai langkah strategis seperti peningkatan jumlah mahasiswa baru, optimalisasi daya tampung program studi, pemasaran inovatif, penguatan sumber pendapatan institusi, insentif hibah institusi, serta perluasan layanan melalui jalur RPL dan pembukaan program studi baru (PSPPA).