Reportasemalang – Ratusan peserta dari 24 negara mengikuti Kejuaraan Dunia Tapak Suci yang digelar di Samantha Krida Universitas Brawijaya, Jumat (1/8/2025).
Ketua panitia, Prof.Dr.Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S.,IPU., ASEAN Eng menjelaskan, kejuaraan ini menjadi ajang pengenalan budaya lokal kepada masyarakat dunia.
“Ajang ini tidak hanya menjadi ajang adu bakat dan keterampilan, melainkan menjadi media diplomasi budaya Indonesia,” ujarnya.
Prof. Sasmito juga menjelaskan bahwa kejuaraan ini terdapat sedikit masalah kecil dari negara yang ingin ikut serta pada Kejuaraan ini. Menurutnya, masalah tersebut dikarenakan persoalan mengenai visa para atlet.
“Ada beberapa persoalan kecil karena ada negara yang tidak bisa datang karena visa, visa atlet lebih susah daripada visa biasa,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Sasmito menekankan bahwa keunikan tapak suci bukan pada unsur pertarungan fisiknya, tetapi pada nilai seni beladiri dengan nilai spiritual. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri di mata masyarakat Internasional, khususnya dari negara barat.
“Budaya timur itu sangat menarik perhatian mereka dan itu kesempatan bagi kita untuk mengenalkan budaya kita kepada mereka,” pungkasnya.
Ia juga berharap bahwa tapak suci atau pencak silat ini bisa menjadi perlombaan di olimpiade.
“Untuk mencapai hal itu, pengembangan terhadap pencak silat dan tapak suci harus dikembangkan mulai sekarang,” kata Ketua Panwil 2 Tapak Suci Jawa Timur itu.
Sementara itu, Rektor UB, Prof. Widodo, S, Si., M. Si., Ph.D.Med.Sc menyampaikan bahwa ini menjadi momentum untuk menguatkan dunia pendidikan.
Program Globalize UB juga senada dengan kegiatan ini, Menurut Prof. Widodo, UB saat ini tengah menggencarkan pengglobalisasian budaya lokal seperti kesenian, batik dan sebagainya.
Disamping itu, Prof Widodo menegaskan ajang ini menjadi kolaborasi dan pengenalan budaya dan kearifan lokal sehingga menjadi bagian penting dari peradaban dunia.
“Ini menjadi bagian penting bagaimana nilai budaya dan peradaban Indonesia itu bisa mempengaruhi juga atau menjadi bagian penting bagi peradaban dunia sehingga globalisasi kearifan lokal bisa terus berkontribusi positif dalam peradaban dunia,” tutupnya.
Berikut kategori dan kelas Kejuaraan Dunia Tapak Suci :
- Ketegori kelas Olah raga
- Kelas A:
45 Kg d. 50 Kg Putra dan Putri - Kelas B:
Diatas 50 Kg d. 55 Kg Putra dan Putri - Kelas C:
Diatas 55 Kg d. 60 Kg Putra dan Putri - Kelas D:
Diatas 60 Kg d. 65 Kg Putra dan Putri - Kelas E:
Diatas 65 Kg d. 70 Kg Putra dan Putri - Kelas F:
Diatas 70 Kg d. 75 Kg Putra dan Putri - Kelas G:
Diatas 75 Kg d. 80 Kg Putra
Kelas H:
Diatas 80 Kg d. 85 Kg Putra - Kelas I:
Diatas 85 Kg d. 90 Kg Putra - Kelas J:
Diatas 90 Kg s.d. 95 Kg Putra
- Kelas bebas beregu putra
- Kelas bebas beregu putra diikuti oleh 5 (lima) Pesilat putra dari setiap kontingen. Berat badan pesilat sekurang-kurangnya 65 Kg dan tidak boleh lebih dari 90 Kg. Pertandingan Kelas Bebas Beregu menggunakan Body Protector.
- Kelas bebas beregu putri
- Kelas bebas beregu putri diikuti oleh 5 (lima) Pesilat putri dari setiap kontingen. Berat badan pesilat sekurang-kurangnya 55 Kg dan tidak boleh lebih dari 75 Kg. Pertandingan Kelas Bebas beregu menggunakan Body Protector.
- Ketegori pencak silat seni
- A. Tunggal Tangan Kosong Putra dan Putri
B. Tunggal Bersenjata Putra dan Putri
C. Ganda Tangan Kosong Putra dan Putri
D. Ganda Bersenjata Putra dan Putri
E. Ganda Tangan Kosong – Bersenjata Putra dan Putri
F. Trio Tangan Kosong Putra dan Putri
G. Trio Bersenjata Putra dan Putri
H. Trio Tangan Kosong – Bersenjata Putra dan Putri
I. Seni Beregu Tangan Kosong 5 Atlet (Campur Putra-Putri)
J. Seni Beregu Bersenjata 5 Atlet (Campur Putra-Putri)
K. Beregu Jurus Nasional Harimau 3 Atlet (Campur Putra-Putri)
L. Beregu Jurus Nasional Lembu 3 Atlet (Campur Putra-Putri)
M. Beregu Jurus Nasional Merpati 3 Atlet (Campur Putra-Putri).