Search
Close this search box.
13 Juli 2024

Tutup Pesmaba UMM, Rhenald Kasali Ingatkan Maba Jangan Jadi Generasi Toxic

Reportasemalang
Prof. Dr. Rhenald Kasali, P.hD. menerima cinderamata dari Rektor UMM. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

RepotasemalangKota Malang, Saat ini banyak sekali anak muda yang memiliki skill mumpuni namun tidak tahan banting dan mudah menyerah. Bahkan tidak sedikit anak muda yang justru menjadi pribadi yang toxic.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Rhenald Kasali, P.hD. saat memberikan motivasi dihadapan 7.500 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah mengikuti penutupan Pesmaba UMM, di Dome, Kamis (15/9/2022).

Reportasemalang
Prof. Dr. Rhenald Kasali, P.hD. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Disampaikan Rhenald, dalam menghadapi dunia metaverse dan artificial yang semakin maju, sumber daya manusia yang cakap diperlukan. Terutama yang menguasai bidang-bidang masa depan. Maka, ia sangat mengapresiasi program Center for Future of Work (CFW) yang digagas dan dijalankan oleh UMM. “Banyak orang yang berpikirnya terbatas pada current (saat ini) saja, tapi hanya segelintir yang melihat masa depan. Dan UMM menjadi salah satu yang melahirkan generasi dengan skill masa depan,” tambah guru besar bidang manajemen tersebut.

Penulis buku ‘Change’ itu juga mendorong mahasiswa untuk tidak menjadi generasi strawberry yang toxic. Generasi yang meski punya kecakapan tapi mentalnya rapuh. Ia bahkan menyebutkan sepuluh kata toxic yang seringkali digunakan anak-anak muda sebagai alasan. Ada kata cuan, passion, insecurity, quarter life crisis, hustle culture, hingga toxic work place. Pun dengan passive income, financial freedom, smart work serta priviledge.

“Sepuluh kata itu kadang menjadi permasalahan di kalangan anak muda. Di usia belasan dan dua puluhan, saya rasa belum waktunya untuk financial freedom atau passive income. Pun dengan passion yang seringkali malah menjadi penghalang. Tak perlu insecure karena jalan saudara masih panjang. Selama saudara bekerja keras dan berani mengambil tantangan, maka saya yakin saudara akan menjadi manusia yang sukses dan berhasil di masa depan,” pesannya.

Hadir secara daring dalam kesempatan yang sama Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si untuk menutup Pesmaba 2022 UMM. Ia menilai Pesmaba merupakan suatu titik awal bagi mahasiswa baru untuk secara resmi bergabung dengan keluarga besar UMM. Ia juga berpesan untuk menguatkan tekad dan niat selama menimba ilmu di Kampus Putih.

“Dua hal itu adalah modal awal saudara untuk sukses di bangku perkuliahan. Kemudian jadikanlah kampus ini sebagai tempat kalian menjadi insan cendikia. Saudara juga harus memiliki tradisi besar layaknya orang-orang yang bermartabat. Terakhir, jadikanlah UMM sebagai tempat belajar Islam berkemajuan agar menjadi seorang muslim yang moderat,” tegas Haedar.

Ia juga mendorong maba UMM agar mampu menjadi aktor-aktor pembangunan di manapun berada. “Jadilah insan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Insyaallah UMM akan menjadi taman pendidikan yang tepat untuk mengembangkan ilmu peradaban,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang baik, UMM selalu mengundang tokoh-tokoh ternama. Pada kesempatan kali ini Prof. Rhenal Kasali, Ph.D dihadirkan di tengah-tengah mahasiswa baru dengan tekad dan semangat dalam mengusung pemikiran masa depan. Diharapkan dengan kedatangannya dapat membawa manfaat pada mahasiswa Kampus Putih.

“Pemikiran dan tekad yang dibawa Rhenal Kasali sama seperti misi yang sedang dikembangkan UMM. Dengan membangun Center for Future of Work (CFW), UMM mencoba untuk menjawab problematika dan permasalahan SDM di masa depan. Semoga apa yang kita kerjakan ini dapat memberikan semangat dan manfaat kepada bangsa,” pungkasnya. (Agus N)