29 April 2026

Tim Balap Motor Kabupaten Malang Gagal Raih Emas di Porprov Jatim 2025

Bagikan :

Reportasemalang – Tim Balap Motor Kabupaten Malang gagal meraih emas di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Cabang Olahraga (Cabor) yang baru pertama kali dipertandingkan di ajang Porprov ini berlangsung di Area Parkir Stadion Kanjuruhan, Senin (16/6/2025).

Sekretaris II Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Malang, Andika Fajar Kurniawan menyebutkan, ada tiga kelas yang diikuti Tim Balap Motor Kabupaten Malang. Sementara, dua atlet yang diterjunkan pada Porprov kali ini.

“Kalau kita targetkan dua emas. Kita ikut di tiga kelas, standar perorangan dan modifikasi, sama standar beregu. Dengan dinamika yang berjalan di sirkuit tadi ada insiden. Memang karena Porprov ini kendaraannya standar, jadi adu skill, bahkan tadi atlet kita sudah di posisi keempat, ditabrak akhirnya kembali ke posisi terakhir,” kata Andika, Senin (16/6/2025).

Meskipun sedikit kecewa, namun Andika tetap memberikan apresiasi kepada dua atlet yang sudah berjuang membawa nama Kabupaten Malang. Menurutnya, hasil Porprov kali ini akan dijadikan evaluasi untuk menatap kejuaraan lain ke depan.

Disampaikan Andika, hal lain yang ingin dicapai IMI Kabupaten Malang adalah menjadi tuan rumah yang baik.

“Yang penting wajah Kabupaten Malang dalam gelaran balap motor ini sempurna dilaksanakan. Kebetulan kita di 2025 ini, kita tuan rumah, jadi kita harus menyiapkan venue dengan segala keterbatasan anggaran. IMI Kabupaten Malang karena diberikan amanah, kami siap. Karena dirasa oleh IMI Jawa Timur beberapa kali mengadakan kegiatan balap di Stadion Kanjuruhan tidak pernah ada rapor merah,” tegasnya.

Lebih jauh, Andika bilang, dirinya bahkan harus rela merogoh kocek pribadi demi terselenggaranya balap motor dalam ajang Porprov di Kabupaten Malang. Namun, Andika enggan menyebutkan berapa nominal yang telah ia keluarkan demi suksesnya adu cepat kuda besi dalam Porprov sekarang.

“Anggaran kita talangin dulu,” singkatnya.

Ke depan, kata Andika, peraturan untuk ajang balap motor dalam Porprov harus dibuat baku. Menurutnya, regulasi yang berubah-ubah membuat atlet kebingungan dalam mempersiapkan diri.

“Regulasinya dari Provinsi jangan berubah-ubah, THB (Technical Hand Book, red)-nya jangan berubah-ubah. Kemarin itu H-1 balap, itu spek kendaraan dari segi ban saja sudah berubah, jadi kan antara Honda dan Yamaha, dari segi ban saja kita harus menyesuaikan. H-1 dirubah, otomatis kita dari segi handling-nya atlet di sirkuit kan berkurang dan tidak maksimal,” ungkapnya.

“Persiapan jadi kalang kabut, perubahan aturan itu membuat beberapa kabupaten/kota protes, tapi ya itu tidak diindahkan. Jadi kita hambatannya, kita tidak menyalahkan, tapi mungkin salah satu dari meraih target itu karena regulasi tidak ditetapkan sejak awal,” pungkasnya.