Search
Close this search box.
13 Juni 2024

Terapkan Gotong Royong, Warga Tembalangan Swadaya Perbaiki Jalan Penghubung

Reportasemalang
Gotong royong warga Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (Foto: Ist/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Budaya gotong royong masih sangat melekat dalam diri warga RT 04 RW 02 Tembalangan, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Seperti yang terlihat saat warga kerja bakti melakukan perbaikan jalan penghubung antara wilayah Tembalangan dengan wilayah Mbetek, Jalan Mayjen Panjaitan Gg. 17, Minggu (19/6/2022).

Warga terlihat sangat antusias melakukan keja bakti. Tidak ada perbedaan antara warga berpangkat dan masyarakat biasa.

Sementara Ibu-ibu tak mau kalah bersama sama saling suport memasak untuk keperluan makan para warga yang kerja bakti.

Sekretaris RT, Wawan mengatakan, kegiatan kerja bakti ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang diadakan dua minggu yang lalu. Sekaligus sebagai wujud dukungan warga terhadap program pembangunan jalan penghubung ke Jalan Mayjen Panjaitan Gg. 17

Warga bahu-membahu perbaiki jalan penghubung. (Foto: Ist/reportasemalang)

“Fungsinya sangat vital karena jalan alternatif ini sebagai jalan tembusan pengendara roda dua, di kala jalan Soekarno Hatta padat,” jelasnya.

Sementara itu, Sumawan mewakili ketua RT 04 mengucapkan terimakasih atas kepedulian serta antusias masyarakat yang secara swadaya melaksanakan gotong royong.

“Kami berharap kekompakan ini tetap berlanjut sampai kapanpun. Karena tradisi gotong royong seperti ini sudah ada mulai dari dulu. Dan Insyaallah dengan kekompakan seperti ini kampung akan terasa aman dan sejahtera,” tuturnya.

Senada, sekretaris RW 02, Joe, turut mengapresiasi gotong royong yang dilakukan warga.

“Kami melihat hal ini sangat positif, kerja sama dan gotong-royong antar warga menjadi budaya yang menyatukan dan memperkuat silaturahmi,” tandasnya.

Lebih lanjut disampaikan Joe, dana yang digunan untuk perbaikan jalan tidak menunggu dari pemerintah. Tetapi didapat dari kas RT dan juga hasil swadaya masyarakat.

Menurutnya, mereka sebenarnya sudah mengajukan dana Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) kepada Pemda melalui kelurahan maupun kecamatan. Tetapi sampai saat ini dananya belum juga turun.

“Sedangkan kondisi jalan semakin lama semakin rusak, sehingga di adakan swadaya sendiri,” akunya.

“Dan kemungkinan jika nantinya dana itu turun, pasti kita gunakan untuk proyek selanjutnya yang ada di sini,” pungkasnya. (Agus N)