Search
Close this search box.
14 Juli 2024

Tanamkan Disiplin, Ratusan Siswa Baru SMK PGRI 3 Malang Ikuti KCS Abhipraya Garda

Reportasemalang
KCS Abhipraya Garda SMK PGRI 3 Malang. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Ratusan siswa baru SMK PGRI 3 (Skariga) Malang mengikuti Kegiatan Cinta Sekolah (KCS). Mengusung tema ‘Abhipraya Garda’, kegiatan yang berlangsung di Pusat Pendidikan Arhanud (Pusdikarhanud) TNI AD ini dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang juga menjabat Pj Wali Kota Batu ini menyebut, SMK PGRI 3 setiap tahun sudah menghasilkan lulusan yang sudah ditunggu dunia usaha, industri dan instansi. Dimana para lulusannya ini memang dari tahun ke tahun selalu menunjukkan prestasi yang luar biasa.

“Kita bisa melihat dari hasil LKS tingkat provinsi kemarin. SMK PGRI 3 ini menghasilkan juara-juara terbaik yang nantinya akan kita kirim ke tingkat nasional bulan Agustus di Lampung,” ujar Aries usai membuka KCS di Pusdik Arhanud, Selasa (9/7/2024).

Reportasemalang
Penyematan atribut KCS oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Menurut Aries, tidak hanya sekolah negeri, tapi sekolah swasta juga bisa menghasilkan lulusan-lulusan yang siap berkompetisi di dunia kerja. Dimana selama ini yang dibutuhkan dunia industri adalah bagaimana menyiapkan generasi yang siap untuk terjun ke dunia kerja.

“Kalau akademik itu bisa dipelajari bersama guru dan lingkungan sekolahnya. Tapi bagaimana menciptakan karakter-karakter agar para siswa punya daya juang dan daya kerja yang tinggi. Karena ini yang dibutuhkan di dunia industri, dunia usaha dan dunia kerja,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 3, Moch. Lukman Hakim, ST., MM menjelaskan, KCS kali ini diikuti 978 siswa baru. Yang sudah terseleksi dari 1.045 siswa yang mendaftar di SMK PGRI 3 Malang.

“Kami harus melaksanakan KCS ini karena kami berharap kepercayaan masyarakat tidak sia-sia. Jadi segera kami lakuka KCS ini dengan tema Abhipraya Garda karenan kami lebih menguatkan pembentukan sekolah anti bulying, sekolah sehat dan sekolah aman,” ungkapnya.

Penuangan pasir oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. (Foto: Agus N/reportasemalang)
Penuangan pasir oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Lebih lanjut disebutkan Lukman, dalam upacara pembukaan KCS, ada obor pasir dari 8 provinsi sebagai bentuk perwujudan profil pelajar Pancasila yang menguatkan kebhinekaan Tunggal Ika.

“Jadi walaupun mereka berasal dari bermacam daerah, berlatar belakang agama yang berbeda, dan budaya yang berbeda. Tetap satu dalam satu simbol Skariga dan untuk Indonesia,” tuturnya.

“Kami berharap dimulai dari SMK PGRI 3 Malang ini kebhinekaan tunggal itu akan terus tetap terjaga. Dan kami juga sangat berharap kepada siswa baru ini bisa meneruskan prestasi kakak kelasnya,” pungkasnya.