Search
Close this search box.
22 Juli 2024

Tambah Jumlah Guru Besar, UB Kukuhkan Empat Profesor Sekaligus

Reportasemalang
Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Profesor UB. (Foto: Ist/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Universitas Brawijaya (UB) kembali menambah jumlah Profesor. Dengan mengukuhkan empat orang Profesor sekaligus, dari empat fakultas berbeda dalam rapat senat terbuka, di Gedung Samantha Krida UB, Senin (19/6/2023).

Mereka adalah Prof. Rachmat Kriyantono, S.Sos.,M.Si,Ph.D (FISIP), Prof.Dr. Ir. Surjono, MTP (FT), Prof.Dr. Drs. Abdullah Said, M.Si (FIA) dan Prof. Ananda Sabil Husseun, S.E.,M.Com.,Ph.D (FEB).

Dalam orasi ilmiahnya Prof. Rachmat Kriyantono mengangkat tentang Penerapan Model Excellence Plus pada Humas Pemerintah. Model ini bermanfaat untuk mengembangkan praktik Humas Pemerintah. Agar bisa melaksanakan fungsinya sebagai penanggung jawab sistem komunikasi lembaga dalam menunjang pelayanan publik di era digital.

Reportasemalang
Penyampaian orasi ilmiah salah satu Profesor. (Foto: Ist/reportasemalang)

“Model Excellence Plus bermakna bahwa Humas dianggap bagian dari kelompok berpengaruh di staf. Dimana Humas dipercaya untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesah para staf di level menegah dan bawah agar disampaikan kepada pimpinan,” jelasnya.

Prof. Rachmat mengatakan, model tersebut mengangkat prinsip akomodatif dan advokasi dari Teori Contingency of Accommodation. Serta prinsip kearifan lokal sebagai cara menjalankan fungsi dan peran Humas.

“Agar makin menguatkan Humas pemerintah, maka disarankan Model Excellence Plus harus diimbangi dengan persepsi pimpinan yang positif terhadap fungsi dan peran Humas,” ucapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Surjono dalam disertasinya berjudul Perencanaan Kota Paripurna (PKP) berbasis wise city memaparkan tentang perencanaan kota. Dari yang sifatnya teknokratis menuju kota paripurna yang arif, yaitu yang menyeimbangkan aspek material dan spiritual.

Sedikit berbeda dari model-model perencanaan kota berkelanjutan, yang mengintegrasikan matra sosial, ekonomi, dan lingkungan. Model PKP melihat posisi kesejahteraan material dan spiritual sebagai tubuh dan roh kota.

“Sehingga PKP mengintegrasikan tiga matra yaitu lingkungan alam, lingkungan binaan, dan lingkungan manusia,” ungkapnya.

Menurut Prof. Surjono, ada empat fase menuju kota paripurna yaitu pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan, peningkatan kelayakhunian, dan peningkatan kebahagiaan.

“Kekuatan dari PKP ini lebih responsif terhadap aspek kebahagiaan yang hakiki. Meliputi material dan spiritual sebagai outcome pembangunan kota, sesuai dengan kultur bangsa yang berketuhanan, dan membuka ruang kajian yang luas di masa depan,” tuturnya.

Reportasemalang
Prosesi Pengukuhan Profesor. (Foto: Ist/reportasemalang)

Berikutnya, Prof. Dr. Drs. Abdullah Said, menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Model Perencanaan Pembangunan Berbasis Pertukaran Ekonomi dan Sosial guna Meningkatkan Kesadaran Partisipasi Masyarakat”.

Dari studi yang telah dilakukan, Prof. Abdullah Said mengatakan, perencanaan pembangunan yang umumnya ada saat ini yaitu Procedural planning yang lebih bergantung kepada aspek administratif. Dimana perencana lebih pragmatis akan cepat untuk menyesuaikan karena mereka seringkali lebih condong pada gaya perencanaan tersebut.

Menurutnya, model Perencanaan Pembangunan Berbasis Pertukaran Ekonomi Dan Sosial” merupakan model perencanaan yang efektif. Merupakan gabungan dari perencanaan prosedural serta substantif yang dilakukan secara bersama-sama dan didukung oleh partisipasi dari masyarakat sebagai objek dari perencanaan pembangunan.

”Keunggulan dari model yang saya buat adalah dapat mengetahui nilai yang dipertukarkan oleh masyarakat dalam melakukan partisipasi pada perencanaan pembangunan. Sehingga program yang dihasilkan dari proses perencanaan lebih tepat sasaran serta berdampak nyata bagi masyarakat,” terangnya.

Sementara Prof. Ananda Sabil Hussein, S.E., M.Com., Ph.D menyampaikan orasi pengukuhan yang berjudul ”Experiential Relationship Quality Plus (ExRQ+) Model sebagai Strategi Peningkatan Loyalitas Wisatawan menuju Tujuan Wisata Berkelanjutan”.

Dari hasil penelitiannya, Prof. Ananda Sabil merumuskan sebuah konsep untuk menerangkan proses terbentuknya loyalitas wisatawan terhadap sebuah tujuan wisata. Yang diberi nama Experiential Relationship Quality Plus (ExRQ+) Model.

Sebagai konsep yang dibangun untuk menyempurnakan konsep relationship quality, konsep ExRQ+ Model memberikan beberapa kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pemasaran.

“Model ini merupakan sebuah model konseptual yang komprehensif. Model ini mengintegrasikan relationship quality yang telah banyak dikaji oleh peneliti-peneliti sebelumnya dengan experience–engagement model yang saya kembangkan pada penelitian-penelitian saya sebelumnya,” tandasnya. (Agus N)