30 April 2026

Sosialisasi Bahan Ajar PAI SD, KKG PAI Kabupaten Malang Tekankan Etika Akademik

Bagikan :

Reportasemalang – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Malang menggelar Sosialisasi dan Penjelasan Teknis Penggunaan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam bagi guru PAI jenjang SD, di Aula Panji Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari selesainya penyusunan bahan ajar PAI yang dirancang sebagai suplemen pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan sesuai tuntutan zaman, khususnya dalam menghadapi karakter dan pola belajar generasi saat ini.

Ketua KKG PAI Kabupaten Malang, Bahrudin, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung, memfasilitasi, serta terlibat aktif dalam proses penyusunan bahan ajar tersebut.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan bahan ajar ini melibatkan 33 orang Tim Inovator dan 6 orang Tim Penelaah, yang bertugas menganalisis substansi, kelayakan isi, serta kesesuaian dengan kurikulum dan kebutuhan peserta didik. Proses panjang tersebut akhirnya berhasil diselesaikan dengan baik dan siap diberdayakan dalam pembelajaran semester genap tahun pelajaran 2025/2026.

“Bahan ajar ini kami hadirkan sebagai bahan pendamping, bukan untuk diperjualbelikan. Tidak ada unsur komersialisasi di dalamnya. Kami berharap seluruh guru menjaga hak cipta dan etika akademik, serta menggunakannya secara bijak demi kepentingan pendidikan,” tegas Bahrudin.

Ia juga berharap materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini dapat diikuti dengan seksama oleh para guru, disampaikan secara tepat kepada peserta didik, serta dikomunikasikan secara proporsional kepada wali murid.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula agenda lanjutan KKG PAI, di antaranya Final Olimpiade PAI tingkat Kabupaten Malang yang dijadwalkan pada 13 Januari 2026, serta rencana launching dan expo bahan ajar PAI sebagai bagian dari upaya pemberdayaan di awal semester.

Sementara itu, M. Ali Imron Junaidi, Kasi Pendidikan Agama Islam (Pais) Kementerian Agama Kabupaten Malang, mengajak para guru PAI untuk meneladani ulama besar seperti Imam Nawawi, yang tidak hanya berperan sebagai muallif (penulis), tetapi juga mufakkir dan mufassir.

“Kita jangan hanya menjadi generasi copy–paste pemikiran. Guru PAI harus mampu melahirkan karya yang bermanfaat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Di akhir sambutan, pria asli Tumpang Kabupaten Malang ini menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif GPAI dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag. Ke depan, ia berharap GPAI tidak hanya menjadi peserta atau suporter, tetapi juga menjadi pelaksana kegiatan sosial dan keagamaan, mencontoh keberhasilan GPAI Singosari yang mampu menggalang santunan anak yatim hingga ratusan juta rupiah.

“Jika selama ini pelayanan kami di Pais belum maksimal, kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun,” pungkasnya.