Reportasemalang.com – Ribuan warga sangat antusias untuk menghadiri tradisi riyayan atau open house yang diadakan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di kediaman Jalan Jemursari, Surabaya, Minggu (22/3/2026).
Acara ini sekaligus menjadi ruang pertemuan dan komunikasi secara langsung antara masyarakat dengan pemimpinnya dalam satu suasana tanpa adanya pembatas sosial yang menghalangi.
Gubernur Khofifah lalu menjelaskan jika tradisi riyayan merupakan suatu bentuk ikhtiar untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan energi kebersamaan di momen Idulfitri.
“Tradisi Riyayan ini kita maksimalkan dengan silaturahim. Rasulullah mengajarkan bahwa silaturahim dapat memanjangkan umur, meluaskan rezeki, dan menguatkan seduluran,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, adanya kegiatan silaturahmi lintas kalangan ini merupakan bagian dari ikhtiar dalam membangun suatu hubungan sosial secara harmonis dan dinamis di wilayah Jawa Timur.
Selain itu, dengan adanya kegiatan berbagi kebahagiaan antara pemimpin dan warganya, nantinya dapat memciptakan suasana yang nyaman dan aman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita berbahagia bisa menerima tamu dari berbagai kalangan. Semoga setiap sapaan yang terjalin membawa kebahagiaan. Ketika kita membahagiakan yang di bumi, maka yang di langit akan membahagiakan kita semua,” ungkapnya.
Gubernur Jawa Timur ini juga menjabarkan jika tujuan dari kegiatan ini adalah untuk terus membangun suasana positif di bulan yang suci. Ia berharap energi positif dari perayaan Idul Fitri dapat terus ditransformasikan menjadi semangat gotong royong dalam membangun Jawa Timur yang lebih sejahtera, maju, berkembang baik saat ini hingga untuk ke depannya.
“Harapannya, tradisi silaturahmi semacam ini bisa terus dipererat dan dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat di masa mendatang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini digelar selama dua hari, yakni 22–23 Maret 2026, dengan dua sesi setiap harinya, pukul 10.00–13.00 WIB dan 19.00–21.00 WIB. (Aris)