Reportasemalang – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) meresmikan vertical garden pertama di lingkungan kampus sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-28. Kegiatan ini diselenggarakan bersamaan dengan fun walk yang diikuti dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta tamu undangan dari industri dan mitra kampus, Minggu (25/1/2026).
Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menyampaikan peresmian vertical garden menjadi wujud komitmen FTP-UB dalam mendukung Green Campus.
“Vertical garden ini meningkatkan kualitas ruang hijau sekaligus menjadi media edukasi lingkungan. Kami juga mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan, seperti solar panel, untuk mendukung transisi energi bersih dan pengurangan jejak karbon,” jelasnya.
Kegiatan ini juga mencakup program pengurangan penggunaan plastik, penyediaan fasilitas merokok dan penyediaan tempat sampah khusus botol. Selain itu, seluruh peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi untuk mendukung budaya keberlanjutan.
Menurut Prof. Yusuf, saat ini FTP telah memulai berbagai kebijakan berkelanjutan, mulai dari pengurangan penggunaan plastik sekali pakai hingga mendorong budaya bring your own tumbler bagi seluruh sivitas akademika.
“Dalam kegiatan ini kami tidak menyediakan air minum kemasan. Semua peserta diwajibkan membawa tumbler sendiri. Ini bagian dari upaya membangun kultur sustainability,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua UPT UB Green Kampus, Prof. Dr. Sri Suhartini menegaskan bahwa peresmian vertical garden ini merupakan implementasi langsung dari program Smart Green Campus yang disosialisasikan pada 16 Januari 2026 lalu.
“Ini adalah salah satu implementasi nyata dari program Smart Green Campus. FTP menjadi fakultas pertama yang mengimplementasikannya, salah satunya melalui vertical garden yang akan diintegrasikan dengan teknologi IoT,” jelas Prof. Sri.
Ia menerangkan, sistem vertical garden tersebut dirancang berbasis sensor, timer, dan sistem pengukuran otomatis, sehingga penyiraman tanaman dapat dilakukan secara efisien dan terkontrol. Selain itu, pemanfaatan solar panel memungkinkan penghematan energi listrik secara signifikan.
“Program ini menjadi bagian dari indikator Smart Green Campus lintas sektor, mulai dari biodiversitas, konservasi air, efisiensi energi, hingga minimasi limbah. Apa yang kita lakukan hari ini menjadi langkah awal dan contoh bagi seluruh fakultas di UB,” tandasnya.
Melalui penguatan Smart Green Campus 2026, UB menargetkan transformasi menyeluruh, mulai dari digitalisasi administrasi, transisi energi terbarukan, hingga pengelolaan limbah menuju zero waste campus yang selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).