12 Februari 2026

Reses Bersama PMII, Sam Anas Dorong Peran Pemuda dalam Membangun Kota Malang

Reses Bersama PMII, Sam Anas Dorong Peran Pemuda dalam Membangun Kota Malang
Reses Sam Anas

Bagikan :

Reportasemalang – Anggota DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, kembali menggelar serap aspirasi (reses) dengan mengundang pengurus dan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang, Selasa (10/2/2026).

Dalam forum dialog tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang yang akrab disapa Sam Anas ini mengajak shabat PMII untuk berdiskusi mengenai berbagai problematika generasi muda, mulai dari isu kepemudaan, dunia aktivisme, hingga peran strategis pemuda dalam pembangunan Kota Malang.

Menurut Sam Anas, keterlibatan pemuda menjadi hal yang sangat penting mengingat Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan dan kota pelajar yang dihuni ribuan mahasiswa dari berbagai daerah.

“Kota Malang ini dipenuhi anak-anak muda dan putra-putri daerah yang harus turut berkontribusi dalam pembangunan. Baik di bidang politik, pemerintahan, ekonomi, sosial, budaya, dan sektor lainnya,” ujarnya.

Dalam kegiatan reses tersebut, Sam Anas mengungkapkan banyak aspirasi yang disampaikan oleh kader PMII. Salah satu poin utama adalah perlunya fasilitasi bagi generasi muda agar dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan daerah.

“Aspirasi yang muncul antara lain peningkatan keterampilan, pelatihan-pelatihan, hingga penyediaan ruang aspirasi agar anak muda bisa menyampaikan gagasan demi kebaikan Kota Malang ke depan,” jelasnya.

Sam Anas bersama Sahabat PMII

Selain itu, sejumlah persoalan kota juga menjadi sorotan dalam diskusi tersebut, mulai dari maraknya hiburan malam, kabel semrawut, tata kota, pengelolaan sampah, hingga isu-isu perkotaan lainnya yang dinilai perlu dikritisi secara konstruktif.

“Pembangunan sumber daya manusia membutuhkan masukan dari banyak pihak. Kritik dan gagasan dari generasi muda sangat dibutuhkan demi mewujudkan Kota Malang yang lebih baik,” tambah Sam Anas.

Sementara itu, Alumni PMII, Edi Purwanto menegaskan bahwa PMII memiliki peran strategis sebagai penyambung suara rakyat, khususnya dalam mengawal kebijakan publik.

“PMII adalah organisasi pengkaderan. Maka sudah seharusnya mendidik kader-kadernya agar berpihak pada rakyat, dengan dibekali berbagai pisau analisis seperti analisis sosial, anggaran, dan kebijakan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya distribusi kader PMII ke berbagai sektor strategis, termasuk dunia politik, dengan tetap menjunjung tinggi kompetensi dan rekam jejak yang baik.

“Jika ada kader yang memiliki kualifikasi menjadi anggota dewan, maka harus didorong. Namun tentu dengan bekal pengetahuan, kompetensi, dan proses yang baik, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar pro terhadap rakyat,” pungkasnya.