Search
Close this search box.
13 Juli 2024

Puluhan Ribu Peserta Ikuti UTBK di Universitas Brawijaya

Reportasemalang
Rektor UB dampingi Ketua Pusat UTBK UB saat melakukan konferensi pers. (Foto: Ist/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Puluhan ribu calon mahasiswa, hari ini mulai mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di 74 titik perguruan tinggi, termasuk Universitas Brawijaya (UB). Bahkan sebanyak 21.960 orang jadi peserta UTBK 2023 di UB. Capaian ini meningkat 12,7 persen dibandingkan tahun 2022 sebanyak 19.487 peserta.

Rektor UB, Prof Widodo SSi MSi PhD MedSc mengatakan, UB telah menyiapkan 1.580 komputer dan 61 ruang di 16 lokasi agar UTBK berjalan lancar.

“UB hanya melaksanakan UTBK di gelombang pertama saja, yakni 8-14 Mei 2023. Dan tidak menyelenggarakan UTBK di gelombang kedua 22-28 Mei 2023. Sebab UB mampu melaksanakan cukup pada gelombang pertama saja,” ujar Prof Widodo usai meninjau pelaksanaan UTBK, Senin (8/5/2023).

Reportasemalang
Suasana plaksanaan UTBK di UB. (Foto: Ist/reportasemalang)

Hal ini menunjukkan bahwa UB selalu menjadi rujukan tempat belajar calon intelektual muda dari seluruh Indonesia. Dimana mereka nantinya akan mampu berpikir secara inklusif baik secara pemikiran, agama, ras dan lain sebagainya.

“Kami berharap, pelaksanaan UTBK bisa berjalan lancar. Sehingga bisa terjaring talenta-talenta bagus yang mumpuni untuk menjadi mahasiswa dan generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua Pusat UTBK UB, Prof Dr Imam Santoso MP menyampaikan, penyelenggaraan UTBK 2023 di UB melibatkan sejumlah pihak agar penyelenggaraan bisa berjalan lancar. Yakni 550 pengawas, 16 penanggung jawab lokasi, 16 penanggung jawab TIK lokasi, 16 admin TIK lokasi, 4 admin server, dan 69 teknisi ruang dalam tiap sesi.

“Untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan, UB menggunakan metal detector untuk memeriksa peserta sebelum memasuki ruang UTBK. Serta cek suhu badan peserta sesuai protokol kesehatan,” ungkapannya.

Terkait pelaksanaan UTBK yang tetap memberlakukan protokol kesehatan sesuai ketentuan nasional. Prof Imam menyampaikan, hal ini sebagai upaya preventif tersebut dilakukan mengingat kasus covid-19 kembali naik.

“Tetap diberlakukan Prokes walau tidak seketat tahun lalu. Karena selama dua minggu ini ada peningkatan kasus covid-19. Jadi kami tetap ingin memastikan peserta masuk dalam kondisi yang sehat dengan menggunakan thermal gun dan monitor pendeteksi suhu,” jelasnya.

Peninjauan lokasi-lokasi UTBK dilakukan bersama perwakilan Panitia SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru), Dr Tri Budi Santoso ST MT. Wakil Koordinator 1 Bidang Teknologi dan Sistem Informasi ini melakukan peninjauan secara mandiri sebelum bertemu pihak UB.

“UB sudah mempersiapkan secara matang, mulai dari pintu masuk kita bertanya dengan sangat mudah mendapatkan informasi. Sebelum masuk ada ruang transit, itu rapi sekali, nyaman. Yang lebih penting menenangkan bagi peserta,” pungkasnya. (Agus N)