Search
Close this search box.
13 Juli 2024

Prodi Optometri, Kontribusi Ma Chung di Bidang Kesehatan Mata

Ketua satgas pembentukan prodi Optometri, Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo memaparkan materi. (Foto: Agus N/reportasemalang)
Ketua satgas pembentukan prodi Optometri, Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo memaparkan materi. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang.comKota Malang, setelah hampir 4 tahun berjuang, Universitas Ma Chung akhirnya memperoleh Surat Keputusan (SK) pendirian Program Studi (Prodi) Optometri. SK ini diperoleh menjelang lebaran 2023 lalu.

Wakil Rektor III Ma Chung sekaligus Ketua satgas pembentukan prodi Optometri, Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo menyampaikan, pendirian Prodi Optometri ini karena Ma Chung melihat adanya kebutuhan yang semakin mendesak berkaitan dengan kesehatan mata.

“Terlebih dari data yang ada, menyebutkan bahwa di Indonesia semakin banyak anak yang mengalami gangguan mata sejak kecil,” ungkapnya saat media gathering di Labore Coffee & Eatery, Rabu (3/5/2023).

Karena itu Universitas Ma Chung ingin berkontribusi. Sesuai dengan misinya memuliakan Tuhan melalui, akhlak, pengetahuan dan kontribusi nyata sebagai insan akademik yang berkewajiban.

“Kontribusi kami adalah ingin menyiapkan tenaga-tenaga optician di Malang Raya dan di Indonesia,” tuturnya.

Ketua satgas pembentukan prodi Optometri, Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo saat diwawancarai awak media. (Foto: Agus N/reportasemalang)
Ketua satgas pembentukan prodi Optometri, Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo saat diwawancarai awak media. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Apalagi menurut Yufra, ada peraturan dari Kementerian Kesehatan bahwa optik yang punya tenaga optician itu yang boleh menerima kerjasama dengan BPJS.

“Sehingga optician itu ke depan sama dengan apoteker di apotek,” ucapnya.

Prodi optometri ini lanjut Yufra, bukan hanya menyediakan kacamata tapi juga sampai pada informasi kesehatan. Bagaimana menjaga dan merawat mata.

“Jadi optometri ini tidak sekedar membuat kerangka kacamata, lensa, tapi sampai pada pemeriksaan kesehatan mata dan pemeliharaan mata,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan Yufra, proses pendirian prodi optometri sampai bisa mendapatkan SK ini kurang lebih hampir 4 tahun. Dari proses tersebut, yang paling sulit adalah mencari dosen. Karena dosen syaratnya minimal harus memiliki 5 orang dan harus S2 dalam bidang ilmu itu.

“Tapi akhirnya berhasil dan SK-nya baru terbit sebelum lebaran. Berarti prodi optometri ini akan menjadi yang pertama di Malang dan yang ke 13 di Indonesia,” sebutnya.

“Dan kami bersyukur karena dibantu oleh salah satu pendiri Ma Chung yaitu Linggarjanto Budi Oetomo Owner Optik Internasional,” pungkasnya.