18 Mei 2026

Prodi MAB FIA UB Buka Program Joint Degree dan Double Degree

Prodi MAB FIA UB Buka Program Joint Degree dan Double Degree
Konferensi pers FIA UB

Bagikan :

Reportasemalang – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) terus memperkuat jejaring internasional. Melalui Program Studi Magister Administrasi Publik (MAB), FIA UB kembali membuka pendaftaran program joint degree dan double degree untuk tahun akademik 2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global.

Penyelenggaraan program tersebut diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Brawijaya Nomor 263 Tahun 2026. SK tersebut menjadi dasar hukum pelaksanaan program sekaligus memudahkan proses penyetaraan ijazah luar negeri bagi mahasiswa yang mengikuti program tersebut.

Sejumlah perguruan tinggi ternama dunia menjadi mitra dalam program ini, di antaranya Victoria University (Australia), Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) Jepang, serta National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) di Tokyo.

Wakil Dekan Bidang Akademik FIA UB, Dr. Fadillah Amin, M.AP., Ph.D., menjelaskan, program joint degree dan double degree di MAB UB telah berjalan konsisten sejak 2006, khususnya melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di Jepang.

“Program ini telah aktif sejak 2006. Skemanya, mahasiswa menempuh studi selama satu tahun di MAB UB dan satu tahun berikutnya di universitas mitra di Jepang atau Australia,” ujar Fadillah, saat konferensi pers di Co-Working Space FIA UB, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, mahasiswa diberikan keleluasaan untuk memilih kampus tujuan yang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Brawijaya. Sebagian besar peserta program ini merupakan penerima beasiswa internasional, seperti beasiswa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) serta Australia Awards.

Sementara itu, perwakilan tim pengelola program, Yusri, menyebut minat mahasiswa terhadap program ini tetap tinggi. Pada 2026, tercatat tujuh mahasiswa MAB UB akan mengikuti program double degree di Jepang.

“Tahun ini ada tujuh mahasiswa yang mengikuti program double degree. Mereka dijadwalkan berangkat ke Jepang pada September 2026. Tahun sebelumnya ada enam mahasiswa yang mengikuti program serupa, sebagian di antaranya menempuh studi di Victoria University, Melbourne,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Pusat Kerja Sama Pendidikan Internasional Bergelar UPT Global Partnership and Reputation UB, Dadang Meru Utomo, Ph.D., menegaskan bahwa program gelar ganda ini dikelola secara terpusat untuk menjaga kualitas akademik.

“Program ini menjadi pintu bagi mahasiswa UB, baik jenjang sarjana, magister, maupun doktor, untuk memperluas pengalaman akademik dengan menempuh studi di perguruan tinggi mitra internasional. Ini juga bagian dari upaya UB meningkatkan rekognisi di tingkat global,” kata Dadang.