Search
Close this search box.
12 Juli 2024

PPLK Di SMP Modern Al Rifa’ie; Belajar Lewat Mengajar

Reportasemalang
Tim PPLK Unisma bersama Dosen Pembimbing. (Foto: Ist/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKabupaten Malang, Hingga hari ini belum ada senjata ampuh dalam memerangi kebodohan selain pendidikan. Di berbagai belahan dunia mana-pun pendidikan dijadikan alat untuk membangun sebuah peradaban. Sejarah mencatat bahwa ada banyak negara yang maju diawali dengan meningkatkan kualitas pendidikan, dan tidak sedikit yang peradaban yang hancur dikarenakan pendidikan yang dipandang sebelah mata.

Pendidik atau guru adalah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam sebuah sistem pendidikan. Hari ini orang boleh berbicara setinggi langit tentang berbagai macam model pendidikan, kelak katanya akan profesi guru tergantikan dengan kecerdasan buatan yang akrab disebut dengan artificial intelligence (AI).

Kendati demikian, seorang guru di era apa pun, profesinya akan tetap relevan. Bukan karena transformasi ilmu semata, sebagaimana lirik lagu Ayah Pidi Baiq pada lagu “Dan Bandung”, yaitu: lebih jauh dari itu melibatkan perasaan. Iya, persis seperti lirik lagu tersebut, guru memiliki peranan yang sangat kompleks. Inovatif dalam mentransfer ilmu, membentuk sikap, memperhatikan tumbuh kembang peserta didik (lahir dan batin). Pendek kata, jika kita membicarakan kemajuan sebuah bangsa, sesungguhnya harus dimulai dari guru yang berkualitas.

Reportasemalang
Tim PPLK Unisma foto bersama para siswa dan siswi. (Foto:Ist/reportasemalang)

Salah satu jembatan dalam membentuk guru berkualitas tersebut, Universitas Islam Malang (Unisma) menyelenggarakan Pengalaman Praktik Lapangan Kependidikan (PPLK). Mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan akan ditugaskan untuk terlibat dalam proses belajar dan mengajar langsung di sebuah lembaga pendidikan selama 50 hari.

Fakultas Agama Islam Unisma memulai kegiatan ini pada 2 Agustus 2023. Mahasiswa disebar di seluruh lembaga pendidikan area Malang Raya. Salah satunya di SMP Modern Ar-Rifaie. Ada 6 Mahasiswa yang bertugas di SMP tersebut. Keenam mahasiswa tersebut juga berasal dari daerah yang berbeda-beda. Awaluddin berasal dari Pasaman Sumbar, Reza dan Hisyam dari Malang, Fathul Muin dari Sidoarjo, Kahfiluddin dari Bondowoso serta Hikam dari Gresik.

Saat ditanya apa tujuan datang ke sini oleh Mister Syaiful Alim, Mahasiswa tersebut menjawab untuk belajar. “Bukannya ke sini buat ngajar ya, Mas?” tanya kepala sekolah itu, dengan kompak mahasiswa menjawab “Belajar lewat Mengajar, Pak”

Ustadz Bahroin yang bertugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut memberikan arahan bahwa sebanyak apa pun teori yang kita pelajari di kelas, teori tetaplah teori, langsung terjun di lapangan akan memberikan pengalaman yang berbeda serta dengan sendirinya akan meningkatkan cara kita mengajar dan menjadi seorang guru nanti.

Sudah seminggu lebih PPLK ini berjalan. Selain ikut langsung dalam proses belajar dan mengajar, para calon guru ini akan terus ditempa untuk meningkatkan kualitasnya. Saat di tempat lain seakan-akan mahasiswa ingin cepat-cepat melakukan perubahan, merasa lebih pintar dan cocok menggurui. Di sini, Kelompok PPLK di SMP Modern Al Rifaie lebih memilih Belajar lewat Mengajar.

Harapannya saat bonus demografi mencapai puncaknya, para calon guru ini memang memiliki peranan besar di sana dan bukan justru menjadi bencana (demografi) pada tahun yang dicita-citakan menjadi Indonesia Emas 2045. (Faiz)