Search
Close this search box.
13 Juni 2024

Peran Besar Sosok Kombes Pol Budi Hermanto Ungkap Kasus Penipuan Robot Trading ATG

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, ditangkapnya pelaku kasus penipuan robot trading Auto Trade Gold (ATG) Wahyu Kenzo oleh Polresta Malang Kota yang memakan korban hingga 25.000 orang, membuat Polresta Malang Kota banjir pujian dan ucapan terimakasih dari seluruh lapisan masyarakat. Kamis (09/03/2023).

Bentuk kontribusi masyarakat dalam memberikan dukungan dan kepercayaan kepada pihak kepolisian ini memberikan energi tambahan bagi Polresta Malang Kota untuk selalu mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya secara profesional dalam menegakkan hukum.

Dalam proses pengembangan kasus, jajaran Polda Jawa Timur juga turut mendampingi. Kasus ini menjadi atensi dari Polda Jatim karena tergolong kejahatan luar biasa alias extraordinary crime.

Ucapan terimakasih juga disampaikan oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hemanto S.I.K., M.Si. Kepada masyarakat yang telah mendukung penuh Polresta Malang Kota dalam upaya mengungkap pelaku kasus penipuan yang telah merugikan ribuan masyarakat.

Reportasemalang
Berbagai macam karangan bunga ucapan selamat atas prestasi Kapolresta Malang Kota. (Foto: Ist/reportasemalang)

“Polisi tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari segenap lapisan masyarakat termasuk dari Polda Jatim khususnya bapak Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto,” ungkap Kapolresta Malang Kota.

Sosok Kombespol Budi Hermanto sendiri bukan kali ini saja muncul ke permukaan sebagai pemimpin dan penegak hukum yang menarik perhatian. Gaya leadership yang tegas berbaur dengan sentuhan humanis dalam setiap kasus yang ditanganinya, membuat Budi Hermanto kerap menjadi sorotan.

Pada Oktober 2022, Budi juga menarik perhatian publik saat melakukan sujud massal usai doa bersama dengan para anggotanya. Aksi ini atas kelanjutan dari penanganan peristiwa di stadion Kanjuruhan. Budi mengatakan aksi bersimpuh dan bersujud dilakukan untuk memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus menggambarkan permohonan maaf yang terdalam kepada korban dan keluarganya, serta seluruh Aremania dan Aremanita.

Sebelum menjadi Kapolresta Malang Kota, Budi sempat menjabat sebagai Wadirreskrimsus Polda Kalimantan Selatan. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Kapolres Blitar, Kapolres Batu, hingga Kasatreskrim Polres Metro Jaksel Polda Metro Jaya.

“Salah satu prinsip saya adalah bekerja dengan hati. Menjalankan peran dalam mengayomi masyarakat sekaligus mengabdi kepada negara bukanlah tugas main-main dan harus dijalani dengan serius dan penuh komitmen. Namun sekali lagi, tidak ada keberhasilan yang muncul atas usaha tunggal, semua merupakan kerja kolektif disertai dukungan dari banyak pihak, mulai dari atasan, tim, hingga keluarga bahkan support dari masyarakat luas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3/2023)

Sebagai informasi, Budi Hermanto merupakan lulusan Akademi Polisi (Akpol) tahun 2000, PTIK tahun 2007 dan Sespimmen Polri tahun 2014. Ia juga telah menyelesaikan Pendidikan Magister Kajian Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia pada tahun 2011.

Berkarier selama 23 tahun sejak lulus Akpol, Budi telah menerima sejumlah tanda jasa Satya Lencana, di antaranya SL. Pengabdian XVI Tahun 2017, SL. Kesetiaan 8 Tahun 2007, SL. Jana Utama, SL. Ksatria Bhayangkara, SL. Karya Bhakti,SL. Dwidya Sistha, SL. Bhakti Nusa, SL. Dharma Nusa Aceh Tsunami tahun 2005, SL. Dharma Nusa Ambon tahun 2007, SL. Santi Dharma, SL. Bakti Sosial tahun 2005, SL. Operasi Kepolisian tahun 2014.

Di samping itu, dia juga memperoleh 2 pin emas Kapolri yang merupakan penghargaan tertinggi dari institusi Polri. (Ach Faizal)