Search
Close this search box.
14 Juli 2024

Pengabdian Masyarakat, FKG UB Berikan Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Untuk Anak SD

Reportasemalang
Foto bersama dokter FKG UB dengan siswa SDN Bakalan Krajan 2. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Kesehatan gigi dan mulut masih kerap diabaikan oleh masyarakat. Rendahnya kesadaran dalam merawat kesehatan gigi mulut merupakan salah satu penyebab dari penyakit gigi dan mulut pada masyarakat.

Dilatarbelakangi hal tersebut, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Brawijaya (UB) memberikan Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut. Yang diikuti puluhan siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bakalan Krajan 2, Jumat (21/10/2022).

Disampaikan drg. Trining Widodorini, M.Kes, edukasi kesehatan gigi dan mulut penting diberikan sejak dini. Pasalnya pada anak usia 6-7 tahun biasanya gigi permanen sudah mulai tumbuh.

Reportasemalang
drg. Trining Widodorini bersama drg. Feni Istikharoh memberikan bingkisan kepada siswa. (Foto: Agus N/reportasemalang)

“Kalau gigi permanen sudah tumbuh, maka tidak akan bisa digantikan oleh yang lain. Dari situlah kita mulai mendampingi anak-anak kita dengan memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut,” tuturnya.

Sedangkan untuk waktu menyikat gigi yang benar adalah setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

“Karena meskipun kita sudah tidur, tapi kumannya tetap bangun. Jadi kita harus membersihkan gigi kita sebelum tidur malam,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan drg. Trining, pemberian materi edukasi kesehatan gigi dan mulut ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat FKG UB. Yang dibantu 2 koass dan 2 mahasiswa pre klinik.

Dijelaskan, kegiatan edukasi diawali dengan membacakan buku cerita Si Gilang. Yang berisi tentang bagaimana menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.

“Baru setelah itu dilakukan pemeriksaan gigi dan mulut para siswa. Sekaligus penimbangan berat badan dan tinggi badan,” sebutnya.

Usai diperiksa, para siswa juga diberikan bingkisan berupa makanan ringan, buku cerita Si Gilang, termasuk sikat gigi dan pasta gigi yang bisa mereka gunakan di rumah.

Reportasemalang
Pemeriksaan gigi siswa SD Bakalan Krajan 2. (Foto: Agus N/reportasemalang)

“Kami juga berikan kalender 21 hari dimana di situ nanti anak-anak akan menyikat giginya secara baik dan benar,” terangnya.

Lebih lanjut, drg. Feni Istikharoh, M.Biomed mengatakan, kegiatan ini tidak berakhir di sini saja. Tapi akan dievaluasi selama 21 hari.

“Jadi nanti tanggal 11 November 2022 akan ada pemeriksaan ulang, untuk melihat ada progres perkembangan cara menyikat giginya,” ucapnya.

“Dalam kegiatan ini kami juga menyerahkan patung atau replika gigi dan timbangan badan untuk SDN Bakalan Krajan 2,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu Guru kelas, Jihan Antariyo, mengaku pihak sekolah sangat berterimakasih dengan edukasi yang disampaikan FKG UB tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar.

“Menurut kami kegiatan ini sangat baik karena bisa mengedukasi anak untuk menggosok gigi yang baik dan benar. Sehingga anak-anak mulai sejak dini, sejak kecil sadar akan pentingnya menjaga kebersihan gigi. Jadi ketika dia sudah besar, giginya tetap bagus,” pungkasnya. (Agus N)