7 Maret 2026

‘Ngopi Sam’ Bahas Potensi dan Kontribusi Keilmuan FMIPA UB untuk Masyarakat

'Ngopi Sam' Bahas Potensi dan Kontribusi Keilmuan FMIPA UB untuk Masyarakat
'Ngopi Sam' FMIPA UB

Bagikan :

Reportasemalang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan “Ngopi Sam” (Ngobrol Santai Sama Media) dengan menghadirkan langsung Dekan FMIPA UB, Prof. Ir. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D, sebagai narasumber, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog santai antara fakultas dan insan media, sekaligus langkah awal FMIPA UB dalam memperkenalkan kepakaran para guru besar dan dosen kepada masyarakat luas.

Prof. Sukir menjelaskan, Ngopi Sam terinspirasi dari konsep diskusi santai yang bertujuan membuka wawasan publik terkait potensi dan kontribusi keilmuan FMIPA. Program ini diawali dari pimpinan fakultas sebagai model, sebelum diperluas ke seluruh guru besar dan dosen melalui proses pemetaan (profiling) kepakaran.

“Ke depan, seluruh dosen dan guru besar akan kami profiling. Apalagi FMIPA UB akan bertransformasi menjadi Fakultas Matematika, Sains, dan Teknologi. Kami ingin masyarakat tahu bahwa lulusan MIPA tidak hanya menjadi guru atau dosen,” ujar Prof. Sukir.

Menurutnya, lulusan MIPA memiliki peluang luas untuk berkiprah di berbagai sektor, seperti industri, pertambangan, riset, biologi terapan, hingga wirausaha berbasis sains. Hal ini membuktikan bahwa keilmuan MIPA tidak berhenti pada teori di ruang kelas, melainkan mampu diaplikasikan secara nyata di masyarakat.

Ia mencontohkan pengembangan riset jamu hingga tahap produksi, serta berbagai inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat sebagai bagian dari applied science.

“Melalui Ngopi Sam, kami ingin mengubah citra bahwa MIPA bukan sekadar fakultas teoritis, tetapi fakultas yang berdampak dan fungsional bagi pembangunan ilmu pengetahuan, baik di tingkat lokal maupun nasional,” jelasnya.

Dekan FMIPA UB, Prof. Ir. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D

Selain dosen, FMIPA UB juga akan memprofilkan alumni beserta kisah sukses mereka sebagai bagian dari strategi branding fakultas. Langkah ini diharapkan mampu menarik minat calon mahasiswa baru sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa aktif terhadap prospek dan cakupan keilmuan MIPA.

“Branding ini bukan hanya untuk menarik mahasiswa baru, tetapi juga agar mahasiswa lama lebih memahami luasnya aplikasi keilmuan MIPA, sehingga tidak jenuh dan semakin termotivasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Prof. Sukir menegaskan bahwa transformasi FMIPA UB sejalan dengan semangat kampus berdampak, yakni mendorong hasil riset dan publikasi agar tidak berhenti pada ranah akademik, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Perubahan tersebut, menurutnya, menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media.

“Kunci pengembangan ke depan adalah peningkatan kompetensi SDM dan kolaborasi. Tanpa kerja sama yang baik, kita tidak bisa berkembang sendiri,” pungkasnya.