Search
Close this search box.
13 Juni 2024

New Pojok Kuliner LSIMA Cafe, Wadah WBP Berlatih Menjadi Tenaga Profesional

Reportasemalang
WBP menunjukkan kemampuannya meroasting kopi. (Foto: Agis N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur terbilang sangat kreatif dan produktif.

Pasalnya, meskipun tinggal di balik jeruji besi, tetap bisa manghasilkan karya yang membanggakan. Bahkan, bisa bernilai ekonomis dan memberikan kemanfaatan bagi masyakat luas.

Hal ini terlihat saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI meninjau unit-unit pembinaan kemandirian Lapas Kelas I Malang, kemarin (29/9/2022).

Kalapas Kelas I Malang, Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Heri Azhari menyebutkan, beberapa produk bimbingan kerja Warga Binaannya, telah menghasilkan beragam produk makanan olahan dan beragam keahlian seni.

“Di dalam Lapas banyak kegiatan pembinaan yang positif. Bahkan telah memproduksi hasil karya kopi murni, minuman herbal serbuk jahe, dan tempe keripik serta tempe sagu,” jelas Heri, saat mendampingi Tim BPK RI saat bersantai menikmati kopi di New Pojok Kuliner LSIMA.

Pada kesempatan itu, Joni Agung Priyanto Tim Pengendali Teknis BPK RI yang merupakan penikmat kopi menjajal kemampuan dari para WBP Barista yang tergabung dalam New Pojok Kuliner LSIMA Cafe.

New Pojok Kuliner LSIMA Cafe sendiri adalah program pelatihan wirausaha bagi para Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang. Di tempat itu, warga binaan ditempa untuk menjadi tenaga profesional. Dalam hal teknis seperti barista, dan pelayan cafe.

” Wah, kopi hasil roastingan temen-temen WBP ini dapet ya. Mereka mampu mengaplikasikan teknik medium roasting pada kopi rikuesan saya ini. Ada rasa-rasa fruit tea nya, enak sekali kopi hasil roasting temen-temen WBP ini,” ucap Joni Agung.

Harapnya ilmu dan teknik roasting seperti ini harus diaplikasikan setelah teman-teman WBP bebas nanti. Bisa dimulai dari membuka kedai kecil dulu.

“Sehingga ilmu yang mereka dapat dari pembinaan kemandirian Lapas Kelas I Malang ini dapat bermanfaat untuk bekal mereka ketika sudah bebas nanti,” pungkasnya. (Agus N)