Search
Close this search box.
14 Juni 2024

Kesadaran Masyarakat Terhadap Kesehatan, Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting di Kota Malang

Reportasemalang
Walikota Malang membuka acara Sinergitas dan Penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan upaya percepatan penurunan angka stunting.

Berdasarkan data yang ada, angka stunting di Kota Malang berada di angka 9,9 persen. Angka ini berada di bawah batas maksimal angka stunting yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia WHO, yakni 20 persen.

Namun demikian, Pemkot Malang tetap berupaya melakukan percepatan penurunan stunting dengan menargetkan angka stunting bisa turun diangka 4 persen sampai dengan zero. Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Disampaikan Walikota Malang, Sutiaji, pada saat terjadi pandemi covid-19, seharusnya angka stunting naik, karena kemiskinannya naik. Tapi pada kenyataannya angka stunting justru turun.

Hal ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat berkaitan dengan masalah kesehatan sudah mulai meningkat. Berbarengan dengan covid 19, yang mana masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menjaga kebersihan.

“Berarti kata kunci untuk percepatan penurunan stunting adalah kesadaran masyarakat akan kesehatan,” ujarnya saat menghadiri acara Sinergitas dan Penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di hotel Aria Gajaya, Kamis (19/5/2022).

Menurutnya, jika angka kemiskinan di Kota Malang 4 persen, seharusnya angka stunting juga bisa 4 persen atau di bawah itu. Artinya bahwa masih perlu dilakukan percepatan untuk penanganan stunting.

“Seluruh sektor harus turut dilibatkan untuk mempercepat penurunan stunting. Karena ini adalah PR kita bersama,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos-P3AP2KB, Peni Indriani menyebutkan, angka stunting di Indonesia 24,4 persen masih diatas batas maksimal stunting WHO yaitu 20 persen. Tidak jauh berbeda, angka stunting di Jawa Timur juga masih berada diangka 23 persen. Sementara stunting di Kota Malang adalah 9,9 persen.

Karena itu dikatakan Peni, pemerintah pusat menargetkan tahun 2023 tercapai 14 persen untuk penurunan stunting. Untuk Kota Malang memang sudah di angka 9,9 persen, namun untuk membuat zero stunting perlu dilakukan bersama-sama.

“Penurunan stunting tidak cukup hanya dilakukan oleh satu OPD saja. Namun harus dikerjakan secara keseluruhan. Oleh karena itu hari ini kita selenggarkan acara sinergisitas dan penguatan tim penurunan stunting di Kota Malang,” ungkapnya.

“Tujuannya untuk mengkoordinasikan sekaligus mensinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di Kota Malang,” tandasnya. (Agus N)