Search
Close this search box.
14 Juni 2024

Kenalkan Produk Inovasi Unggulan, DI2B UB Gelar Brawaijaya Start Up

Reportasemalang
Salah satu produk unggulan yang dipamer di Brawaijaya Start Up. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Sejumlah start up Universitas Brawijaya (UB) mengikuti gelaran Brawaijaya Start Up Business Matching and Mini Expo 2022. Bertempat di UB Coffee, kegiatan ini diselenggarakan Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis (DI2B) UB, Kamis (16/6/2022).

Berbagai produk inovasi karya mahasiswa, dosen maupun alumni dipamerkan. Baik yang sudah dipasarkan di pasaran maupun yang baru dikenalkan. Termasuk lima start up terpilih yang berhasil didanai Kemendikbud Ristek meliputi Agromonster, My Eco, Progrestkit, Nutrinesia, dan Suspeed.

Kepala Pusat Inkubator Bisnis Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis UB, Dr Wahdiyat Moko SE MM CFP mengatakan, selain mengenalkan produk pada masyarakat umum melalui mini expo, kegiatan ini juga ajang untuk mempertemukan start up dengan investor.

Kepala Pusat Inkubator Bisnis Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis UB, Dr Wahdiyat Moko SE MM CFP. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Business matching dan mini expo ini diikuti oleh lima tenant yang masuk dalam program pra start up yang didanai oleh Kemendikbud Ristek. Dimana masing-masing mendapatkan bantuan senilai Rp 250 juta untuk mengembangkan bisnisnya.

“Ini prestasi yang sangat membanggakan. Karena kita setiap tahun ada program Youth Enterpreneur Brawijaya. Dimana kita bukan mengembangkan wirausaha, tetapi mengembangkan menjadi pebisnis calon start up dan start up,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Moko, program ini telah berjalan selama satu tahun dan telah melalui proses seleksi. Namun jika nanti bisa dikembangkan, maka akan dilanjutkan sampai ada program pendanaan lainnya.

“Jadi tidak berhenti sampai disini, kita tetap ikuti perkembangannya dan kita ikutkan program pendanaan tingkat nasional,” tuturnya.

Sementara itu ketua pelaksana mini expo dan business matching 2022, Candra Irwanto mengungkapkan pada event ini juga menghadirkan tiga tenant program inovasi dosen dengan pendanaan sebesar Rp 60 juta.

“Ada juga dua pra start up yang dapat bantuan Rp 8 juta dan start up dengan dana bantuan Rp 15 juta. Bantuan ini dari Jatim Ventura dan Bank Mandiri bekerjasama dengan Kemendikbud Ristek sebagai investor,” pungkasnya. (Agus N)